107 Lulusan SD di Buleleng Belum Terdeteksi: Apakah Sudah Diterima Sekolah atau Justru Putus Sekolah

Sebanyak 107 lulusan sekolah dasar di Buleleng hingga kini belum diketahui nasibnya apakah sudah diterima di SMP Negeri atau Swasta

107 Lulusan SD di Buleleng Belum Terdeteksi: Apakah Sudah Diterima Sekolah atau Justru Putus Sekolah
Ilustrasi: Tribun Bali/Dwi Suputra
Ilustrasi PPDB 2019 - 107 Lulusan SD di Buleleng Belum Terdeteksi: Apakah Sudah Diterima Sekolah atau Justru Putus Sekolah 

107 Lulusan SD di Buleleng Belum Terdeteksi: Apakah Sudah Diterima Sekolah atau Justru Putus Sekolah

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Sebanyak 107 lulusan sekolah dasar di Buleleng hingga kini belum diketahui nasibnya apakah sudah diterima di SMP Negeri atau Swasta, atau justru memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng menyebut ratusan siswa itu hingga kini belum dapat terdeteksi, lantaran ada beberapa sekolah yang belum mengirimkan laporan jumlah peserta didik barunya.

Sekretaris Disdikpora Buleleng, Made Astika mengatakan, sekolah yang belum mengirimkan laporan itu sebagian besar berasal dari sekolah madrasah negeri yang ada di Buleleng.

Kendati demikian, pihaknya akan terus menelusuri keberadaan anak-anak tersebut melalui Kordinator Wilayah Pendidikan di masing-masing kecamatan.

"107 itu belum terdeteksi. Kemungkinan ada di sekolah negeri yang ada di madrasah itu. Melihat dari segi jumlah, saya pikir lulusan SD hampir semua sudah diterima di sekolah," ucapnya, Jumat (2/8/2019). 

Berdasarkan penyisiran awal, Astika tidak memungkiri terdapat satu orang siswi lulusan SDN 3 Pemuteran yang dinyatakan DO alias tidak dapat melanjutkan sekolahnya hingga ke bangku SMP, lantaran terkait masalah ekonomi.

Terhadap siswi tersebut, pihaknya sebut Astika akan mencoba melakukan pendekatan dengan orangtuanya, agar siswi tersebut dapat melanjutkan kembali pendidikannya.

Terkait masalah biaya untuk perlengkapan sekolah, hingga seragam telah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah melalui program posko drop out.

"Kecamatan lain belum ada yang melapor. Baru satu yang kami temukan DO. Nanti akan kami sisir lagi, merayap ke bawah setelah hari raya Kuningan. Agar anak-anak sekolah yang selisih dari 107 itu supaya masuk kembali ke sekolah," ucapnya.

Tidak hanya di jenjang SD, Disdikpora Buleleng juga telah menyiapkan anggaran biaya transportasi bagi siswa di jenjang SMP, yang akses sekolahnya terlalu jauh.

"Dana Posko drop out pengadaan baju di SD hampir Rp 400 jutaan. Sementara transportasi untuk SMP hampir berimbang. Hanya alokasinya berbeda. Kalau SD fokus pada anak-anak miskin yang nyaris tidak sekolah. Kalau SMP dibantu dari segi transportasi dan beasiswa," paparnya.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved