LPSK Tanggapi Kasus Dugaan Penganiayaan Anak oleh Ayah Kandung di Karangasem

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban akan segera menindaklanjuti laporan resmi yang diajukan oleh LPA Provinsi Bali

LPSK Tanggapi Kasus Dugaan Penganiayaan Anak oleh Ayah Kandung di Karangasem
Tribun Bali/Noviana Windri
Konferensi pers Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Bali berkaitan dengan kasus KDRT berat terhadap korban PSM (11 thn) asal manggis, Karangasem di Kantor Dinas Sosial Provinsi Bali, Jalan Cok Agung Tresna, Jumat (2/8/2019). LPSK Tanggapi Kasus Dugaan Penganiayaan Anak oleh Ayah Kandung di Karangasem 

LPSK Tanggapi Kasus Dugaan Penganiayaan Anak oleh Ayah Kandung di Karangasem

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menanggapi kasus dugaan KDRT dengan korban PSM, bocah lelaki 11 tahun asal Karangasem yang dianiaya ayah kandungnya, IKA (33).

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Manager Nasution menuturkan akan segera menindaklanjuti laporan resmi yang diajukan oleh LPA Provinsi Bali.

Laporan mengenai penganiayaan PSM yang dilakukan ayah kandungnya tersebut akan segera diperiksa, diinvestigasi dan akan dipertimbangkan.

"Ketika ini sudah kami terima maka yang bersangkutan akan kami jadikan sebagai terlindung. Ketika menjadi terlindung, maka akan dilindungi oleh perlindungan negara," jelasnya.

Bentuk perlindungan negara yang dimaksud adalah berupa perlindungan fisik, pemenuhan hak prosedural, perlindungan bentuk pelayanan medis, psikologis, psikososial, kompensasi dan restitusi.

Ia menambahkan, kasus kekerasan yang dialami PSM masuk menjadi agenda prioritas yang akan dibahas dalam rapat paripurna LPSK yang akan digelar Senin (5/8/2019) mendatang.

Sementara, perlindungan terhadap korban bisa diberikan setelah menunggu hasil putusan rapat paripurna LPSK dan akan diberikan dalam skala waktu selama 6 bulan.

"Namun jika dibutuhkan perlindungan lagi, akan dievaluasi dan diperpanjang sesuai kebutuhan. Jika dibutuhkan rumah aman, kita akan rumah amankan. Saya kira itu yang akan segera kita lakukan karena situasinya juga seperti ini," pungkasnya.

(*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved