Bali Harus Fokus MICE, BTB Berharap Pariwisata Lebih Berkualitas
Ketua Bali Tourism Board (BTB), IB Agung Partha Adnyana berharap ada pembaruan dan keteraturan pariwisata di Bali
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Bali Harus Fokus MICE, BTB Berharap Pariwisata Lebih Berkualitas
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Bali Tourism Board (BTB), IB Agung Partha Adnyana berharap ada pembaruan dan keteraturan pariwisata di Bali sehingga ke depannya lebih berkualitas.
Apalagi saat ini, kata dia, pariwisata Bali sedang menghadapi tantangan dan saingan.
Salah satunya okupansi yang rendah, wisatawan tidak berkualitas dan banyak gangguan lainnya.
“Bali itu masih menggarap leisure, seharusnya MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang digarap. Ada tujuh bulan peak season dan lima bulan low season setiap tahunnya. Yang kosong yang harus diisi dengan MICE. Bikinkan ekosistem, dan infrastruktur serta sarana prasarana memadai untuk mendukung itu. Intinya dibuatlah,” tegas pria yang akrab disapa Gus Agung ini dalam FGD Pariwisata di Bank Indonesia, Denpasar, Selasa (6/8/2019).
Pasalnya, uang dari pariwisata leisure ini dianggap belum memberikan devisa yang optimal bagi Bali.
“Mice itu 4-6 kali lebih besar spending-nya daripada leisure. Pariwisata sekarang itu 60 persen MICE, leisure 20 persen, dan 10 persen corporate, sisanya campuran termasuk backpacker. Harusnya ke depan Bali fokus ke MICE,” tegasnya.
Ia memperkirakan jika bisnis MICE jalan di Bali, maka okupansi ke depannya akan terisi dengan baik.
• Incar Motor Kunci Nyantol di Garase Terbuka, Gusmang dan Jesen Mengaku Beraksi di Lima Lokasi
• Wayan Wakil dan Ngurah Agung Jalani Pelimpahan Tahap II, Susul Sudikerta di Lapas Kerobokan
“Bahkan bisa saja Bali kekurangan kamar nanti,” katanya.
Tahun 2019 ini, Bali menargetkan kedatangan wisman 7 juta dan hingga Juni telah mencapai 2,8 juta.
“Kalau kami di pemerintah, melihat jumlah kunjungan turis banyak, length of stay lama, dan spending besar. Maka itulah keberhasilan kami,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa.
Untuk itu, diperlukan kerja sama semua pihak karena pariwisata menyangkut keamanan, kenyamanan, ketertiban, dan kebersihan.
Untuk pariwisata berkualitas, pelayanannya juga harus kaliber internasional.
“Kami melihat belum ada sinergi baik vertikal maupun horizontal, ingin kami satu body, satu spirit, dan satu manajemen. Sebab Bali sudah kecil. Apalagi keuangan masing-masing kabupaten beda-beda. Sehingga kalau jalan sendiri akan merugikan Bali sendiri,” tegasnya.
Konsep One Island Management
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kpwbi-bali-berpose-dengan-pejabat-pemprov-bali-dan-gipi-bali.jpg)