Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Boven Digul Tempatnya Musuh Pemerintah Kolonial, Perlawanan Bung Hatta dan Sjahrir

Selain jalur udara, bisa melalui jalur darat dari Merauke. Membutuhkan waktu sekitar 6 jam dengan berkendara menggunakan roda empat.

Editor: Rizki Laelani
TRIBUNNEWS/DENNIS
Bandara Koroway Batu di Kabupaten Boven Digul, Papua. Tanah Merah Boven Digul dulunya adalah penjara alam. Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir pernah dibuang di lokasi itu pada 28 Januari 1935 silam. 

Boven Digul Tempatnya Musuh Pemerintah Kolonial, Perlawanan Bung Hatta dan Sjahrir

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Tanah Merah Boven Digul dulunya adalah penjara alam.

Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir pernah dibuang di lokasi itu pada 28 Januari 1935 silam.

Mereka dianggap musuh pemerintah kolonial Belanda karena membangkang.

Selain Hatta dan Sjahrir, mereka yang dibuang ke Digul di antaranya Mohamad Bondan, Maskun, Burhanuddin, Suka Sumitro, Moerwoto, Ali Archam, dan sejumlah para pejuang lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bagi para pejuang pergerakan, Digul adalah tempat pembuangan yang paling menyeramkan.

Digul dibangun oleh Gubernur Jenderal De Graeff pada 1927 sebagai lokasi pengasingan tahanan politik.

Di sekeliling Digul terdapat hutan rimba dengan pohon yang menjulang tinggi.

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Trans7 MotoGP Austria 2019, Bisa Nonton di Smartphone

Gara-gara Ikut Reuni, Pria Ini Tinggalkan Anak Istri demi Selingkuh, Bawa Petasan Berujung Penjara

Tendangan Kungfu hingga Banting Warga di Tempat Tidur, Ini Deretan Aksi Bule Australia Ngamuk

Bung Hatta pernah dibuang di Digul selama satu tahun. Digul jauh dari mana pun.

Digul semakin mengerikan lantaran nyamuk malaria yang ganas. Sungai Digul memiliki panjang 525 kilometer. Selain panjang, juga banyak buaya di sungai ini.

Tribun Network mencoba mengunjungi tempat ini. Perjalanan panjang melalui jalur udara.

Dari Jakarta-Jayapura lalu menyambung dari Jayapura ke Tanah Merah.

Selain jalur udara, bisa melalui jalur darat dari Merauke. Membutuhkan waktu sekitar 6 jam dengan berkendara menggunakan roda empat.

Di atas pesawat sebelum tiba di Bandar Udara Tanah Merah, terlihat hutan rimba dengan pepohonan yang lebat serta Sungai Digul yang panjang.

Tak jauh dari Bandara Tanah Merah, terdapat satu patung besar Bung Hatta. Tepatnya berada di hadapan Bandara yang digunakan untuk pendaratan pesawat perintis.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved