Fenomena Rokok Elektrik Ancam Eksistensi Usaha Petani Tembakau

Rokok milenial atau kita sebut rokok elektrik itu mengancam keberlangsungan petani tembakau

Fenomena Rokok Elektrik Ancam Eksistensi Usaha Petani Tembakau
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, BANDUNG - Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (Apti) Jabar Suryana menyebut fenomena rokok elektrik atau vape mengancam eksistensi petani tembakau.

Rokok elektrik jadi tantangan untuk keberlangsungan petani tembakau.

"Rokok milenial atau kita sebut rokok elektrik itu mengancam keberlangsungan petani tembakau," ujar Suryana saat memperingati hari tembakau internasional di Desa Citaman Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Selasa (13/8/2019).

Kata dia, sejak rokok elektrik beredar di pasaran ‎pada lima tahun terakhir, banyak masyarakat perokok mulai beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik.

Diakuinya, selain mengancam keberlangsungan petani tembakau, juga mengancam industri rokok.

"Kalau beralih ke rokok elektrik, permintaan tembakau dari industri rokok jadi berkurang. Imbasnya tentu saja dirasakan petani tembakau sebagai penyedia bahan baku rokok," katanya.

Saat ini, panen tembakau di Jabar tiap tahun rata-rata mencapai 12 ton. Dari nilai itu, digunakan untuk industir rokok untuk jenis tembakau krosok dan tembakau mole untuk dijual ke pasaran non industri. Dari panen 12 ton tembakau itu, salah satunya dipasok dari Kabupaten Bandung.

"Petani tembakau itu termasuk petani yang mandiri karena dibantu pemerintah khusus dari pajak cukai lewat skema dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT). Kebutuhan petani tembakau mulai dari pupuk, penelitian varietas unggul‎ hingga pemberdayaan masyarakat 50 persen dibiayai DBHCT,"kata Suryana.

‎Selain rokok elektrik, kebijakan pemerintah seringkali tidak mendukung keberadaan petani tembakau dengan dalih tembakau sebagai bahan rokok, merusak kesehatan dan membebani anggaran kesehatan.

Namun di sisi lain, produksi tembakau justru menghasilkan pajak cukai yang besar.

Halaman
12
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved