Fenomena Rokok Elektrik Ancam Eksistensi Usaha Petani Tembakau
Rokok milenial atau kita sebut rokok elektrik itu mengancam keberlangsungan petani tembakau
"Nilai DBHCT untuk petani tembakau dalam satu tahun anggaran itu belum mampu memenuhi kebutuhan petani tembakau. Makanya mensiasatinya misalkan, kelompok petani tembakau A mendapat bantuan, kelompok B dapat bantuannya tahun depan," ujar Sambas.
Istilah benci tapi rindu pada petani tembakau ini ada benarnya. Dayat (60), sejak 20 tahun terakhir menggarap lahan seluas 1 hektare untuk tanaman tembakau. Ia menjual puluhan ton tembakau setengah jadi ke industri maupun retail.
"Setahu saya, pajak cukai rokok katanya tinggi. Tiap tahun dapat DBHCT, katanya dana DBHCT kembali ke petani lewat dinas. Tapi tidak selamanya kebutuhan petani bisa terakomodir," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Rokok Elektrik Berpotensi Ancam Keberlangsungan Petani Tembakau
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/vape_20170130_092831.jpg)