Ngopi Santai

Air Mata Ni Luh Mustika Sari dan Putri Dewi

Mustika Sari dan Dewi Putri tidak meminta, tidak yang bukan haknya. Mereka cuma bisu menahan pilu. Ironi di negara merdeka, Indonesia Raya yang

Air Mata Ni Luh Mustika Sari dan Putri Dewi
dokumentasi pemkab gianyar
Ketua K3S Kabupaten Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, yang juga istri Bupati Gianyar, Made Mahayastra berkunjung ke kediaman, Ni Luh Mustika Sari, seorang bayi berumur dua tahun, yang mengalami gizi buruk, di Banjar Ponggang, Desa Puhu, Payangan, Rabu (30/7/2019). Kini Ni Luh Mustika Sari telah tiada pada pada Minggu (11/8/2019) pagi. 

DUKA itu akhirnya mencabik sunyinya langit Bali. Ni Luh Mustika Sari, balita berumur dua tahun yang menderita gizi buruk serta tuberkulosis (TB) meninggal dunia.

Balita asal Desa Tukadsumaga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng menghembuskan napas terakhir di rumah kakeknya di Tukadsumaga, Minggu 11 Agustus 2019.

Nih Luh Mustika Sari sempat menarik perhatian publik Pulau Dewata di penghujung Juli 2019.

Anak kecil itu jauh dari kasih sayang orangtua. Tubuhnya sangat kurus lantaran memikul dua beban sekaligus, gizi buruk dan penyakit TB.

Kakek neneknya bekerja sebagai buruh kerajinan bambu. Pendapatan tak menentu, sehingga Mustika Sari tidak mendapatkan perawatan medis memadai demi memulihkan kondisinya.

Sebagaimana diberitakan Harian Pagi Tribun Bali, pemerintah coba turun tangan membantu, namun bisa dlukiskan terlambat karena harus melewati prosedur administrasi dan regulasi.

Ni Luh Mustika Sari yang sebelumnya tinggal di Gianyar bersama kakeknya harus kembali ke Buleleng karena secara administrasi pemerintahan, orangtua dan kakeknya merupakan warga di sana.

Pada akhir Juli lalu Mustika pulang ke Buleleng untuk dibuatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan dokumen administrasi lainnya.

Mustika Sari sempat dirawat di Puskesmas Gerokgak hingga dirujuk ke RSUD Buleleng. Namun, nyawanya tak tertolong setelah berulangkali masuk keluar rumah sakit. Pada hari Minggu 11 Agustus 2019, anak itu menghadap Sang Khalik.

Oh Tuhan. Usianya masih sangat muda. Dia menderita dua penyakit klasik-primitif, kurang gizi dan tuberkulosis. Wajah kemiskinan itu tampak bening di tengah gema gaung industri pariwisata Bali yang mendunia.

Halaman
1234
Penulis: DionDBPutra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved