Hari Kemerdekaan RI ke 74
Polda Bali Cetak Rekor MURI di Jatiluwih, Bendera Merah Putih Terpanjang di Persawahan
Personel Polda Bali sukses membentangkan bendera Merah Putih terpanjang di daerah persawahan Jatiluwih sekaligis mencetak rekor MURI, Rabu (14/8).
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Personel Polda Bali sukses membentangkan bendera Merah Putih terpanjang di daerah persawahan Jatiluwih sekaligis mencetak rekor MURI, Rabu (14/8).
Seperti disaksikan Tribun Bali, ribuan personel Polda Bali sudah berkumpul di areal DTW Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan sejak pukul 06.00 Wita, Rabu (14/8).
Para pejabat utama Polda Bali dan Kapolres se-Bali tiba di areal Centre Point DTW Jatiluwih sekitar pukul 09.10 Wita.
Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose yang tiba beberapa saat kemudian langsung membuka acara.
Kegiatan diawali take video oleh event organizer. Kemudian disisipkan menyanyikan lagu-lagu perjuangan salah satunya adalah Garuda Pancasila.
Kapolda mengajak seluruh personel menggemakan semangat nasionalisme dengan mengucapkan "Kita Harus Bangga Menjadi Bangsa Indonesia".
Satu persatu personel mengambil tempat sesuai arahan sebelumnya. Setelah semua siap, mereka membentangkan 1.945 meter bendera Merah Putih dan ratusan bendera yang diikat pada bambu runcing.
Kegiatan ini melibatkan 1.700 personel Polri, 45 personel TNI dan 8 orang tokoh agama.
Acara dirangkaikan pemberian piagam penghargaan pemecah rekor kategori bendera terpanjang di persawahan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).
Kapolda Petrus Golose mengajak semua pihak di Bali terus merajut toleransi, perdamaian, dan tetap menyuarakan empat konsensus dasar bangsa yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Pesan ini harus terus disuarakan, kita tidak boleh menyerah," tandasnya. Kapolda menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan di Jatiluwih karena merupakan kawasan heritage milik Indonesia dan Pulau Dewata yang melambangkan kemakmuran.
Menurut Kapolda, pesan terpenting dari pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 1.945 meter adalah tidak boleh ada bendera lain selain bendera Merah Putih, tidak boleh ada ideologi lain selain Pancasila, tidak boleh ada dasar hukum lain selain sumber dari segala sumber hukum UUD 1945. Dan, tak boleh ada bentuk negara lain selain Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Jika ada yang coba-coba, dia harus berhadapan dengan rakyat indonesia. Kita dan TNI, tokoh agama dan rakyat bersama-sama menyatakan bahwa Indonesia merupakan Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar," katanya.
Kapolda mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar memecahkan rekor MURI, tapi menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap generasi muda yang akan menjaga bangsa ini.
Senior Manager Museum Rekor Indonesia (MURI), Yusuf Madri menyatakan, kegiatan kali ini memang fokus di persawahan untuk ritual ucapan syukur dan kemakmuran sekaligus menyambut HUT ke-74 RI.
Rekor yang dipecahkan adalah pembentangan bendera Merah Putih terpanjang di areal persawahan dengan panjang 1.945 meter dan lebar 1,5 meter.
"Pembentangan bendera sudah banyak ada. Namun, ini khasnya merupakan yang pertama di areal persawahan, subak tradisional yang dihargai UNESCO. Kemudian, rekor ini skala dunia, artinya baru ada di Tabanan Bali," demikian Yusuf Madri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bendera-merah-putih-sepanjang-1945-meter.jpg)