11 Orang Membicarakan Ramayana dari Berbagai Aspek di Pura Jagatnatha Denpasar

Rembug ini sekaligus untuk merayakan ulang tahun ke-36 Rembug Sastra Purnama Badrawada ini.

11 Orang Membicarakan Ramayana dari Berbagai Aspek di Pura Jagatnatha Denpasar
Tribun Bali / Putu Supartika
Pelaksanaan Rembug Sastra Purnama Badrawada di Pura Jagatnata Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada purnama Sasih Karo, Kamis (15/8/2019) malam seperti purnama-purnama biasanya dilaksanakan Rembug Sastra Purnama Badrawada di Pura Jagatnata Denpasar.

Rembug ini sekaligus untuk merayakan ulang tahun ke-36 Rembug Sastra Purnama Badrawada ini.

Perayaan pun digelar tak biasa, yakni dengan menghadirkan 11 narasumber.

Bahan yang didiskusikan semua narasumber yakni epos Ramayana dari berbagai sisi.

Sebelas narasumber yang dihadirkan berasal dari lintas usia, fokus keilmuan, bahkan lintas negara.

Mereka adalah Ida Bagus Gede Agastia (budayawan dan penggagas Rembug Sastra Purnama Badrawada), Thomas M. Hunter (dosen The University oh British Columbia), I Dewa Gede Windhu Sancaya (dosen FIB Universitas Udayana), I Dewa Ketut Wicaksana (dosen ISI Denpasar), Ida Bagus Putu Suamba (dosen Politeknik Negeri Bali), I Wayan Westa (jurnalis, penulis), Putu Eka Guna Yasa (dosen FIB Universitas Udayana), I Gede Agus Darma Putra (dosen IHDN Denpasar), I Ketut Eriadi Ariana (jurnalis), Luh Yesi Candrika (Penyuluh Bahasa Bali, dosen IKIP PGRI Bali), dan I Putu Gede Dharma Wibawa Aryana (mahasiswa Sastra Jawa Kuno Universitas Udayana).

Sebagaimana tema yang diangkat, mereka mengetengahkan materi yang berakar dari karya besar Ramayana, khususnya Kakawin Ramayana atau Ramayana Jawa Kuna.

IBG Agastia menghadirkan makalah berjudul Burung-burung dalam Kakawin Ramayana.

Kehadirannya pun menjadi pemantik tersendiri bagi peserta yang hadir dari berbagai kalangan, sebab budayawan yang suntuk membaca dan menafsirkan karya-karya klasik ini mempresentasikan makalah dalam kondisi sakit sehingga duduk di atas kursi roda.

Sementara itu, peneliti sastra Jawa Kuna internasional, Thomas M. Hunter menyajikan makalah berjudil Tutur dalam Kakawin Ramayana, sedangkan Windhu Sancaya membawakan tulisan berjudul Membandingkan Dua Terjemahan Kakawin Ramayana: R Ng Poerbatjaraka dan I Gusti Bagus Sugriwa.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved