Kacamata Alit Rama Antara Budaya Bali dan Legislatif
Alit Rama akan memperjuangkan bantuan dana untuk krama adat, dalam setiap menggelar upacara keagamaan.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Rizki Laelani
“Biaya pengabenan, biaya odalan, belum lagi mebanten purnama tilem, dan masih banyak lagi. Biaya yang dihabiskan krama sangat besar. Di sinilah pemerintah harus masuk, memberikan bantuan untuk mereka melangsungkan upacara,” ujarnya.
Menurut Alit, bantuan ini seharusnya tidak hanya menyasar kegiatan Pura Kahyangan Jagad, Pura Kahyangan Tiga, tetapi juga dadya.
Sebab, aktivitas di Pura Dadya juga memiliki andil dalam pelestarian budaya.
“Dengan APBD kita yang sudah menyentuh Rp 2,6 triliun, memberikan bantuan untuk membiayai setiap kegiatan adat, pasti bisa. Saya akan terus memperjuangkan. Banyangkan kalau krama adat apatis, tidak lagi mengadakan ngaben, tidak ada lagi kegiatan budaya, jangankan satu bulan, satu minggu saja, habis pariwisata kita,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/anggota-dprd-gianyar-i-nyoman-alit-sutarya.jpg)