Keluarga Pahlawan Nasional dari Bali Ini Menangis di DPRD Karangsem, Begini Sebabnya
Keluarga Pahlawan Nasional I Gusti Ketut Jelantik menangis saat mesadu (mengadu) ke DPRD Kabupaten Karangasem, Senin (19/8) siang.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM -- Petisi tersebut berisi dorongan agar pemerintah daerah segera memperbaiki patung I Gusti Ketut Jelantik.
Petisi diterima Ketua Sementara DPRD Karangasem Gede Dana.
Keluarga Pahlawan Nasional I Gusti Ketut Jelantik menangis saat mesadu (mengadu) ke DPRD Kabupaten Karangasem, Senin (19/8) siang.
Mereka mendatangi DPRD untuk menyampaikan aspirasi mengenai kondisi patung I Gusti Ketut Jelantik yang patah akibat guncangan geempa bulan Agustus 2018. Sampai sekarang patut tersebut belum diperbaiki.
Gusti Agung Nengah Karang, keturunan keempat Gusti Ketut Jelantik menyayangkan sikap pemerintah yang tak kunjung memperbaiki patung pahlawan nasional asal Karangasem tersebut.
Patung yang berdiri di persimpangan antara jalan Diponegoro dan Jalan Sudirman dibiarkan tanpa kepala dan badan.
"Setelah gempa Lombok sampai sekarang tidak ada perbaikan dari pemerintah. Yang mengagas kedatangan kami ke DPRD Karangasem yakni Komunitas Pemuda Karangasem dari berbagai organisasi kepemudaan," kata Gusti Agung Nengah Karang.
Gusti Agung Arya Dewantara, keluarga Gusti Ketut Jelantik mengutarakan hal senada.
Dia menilai, pembiaran terhadap kondisi patung I Gusti Ketut Jelantik sebagai wujud tak hormat kepada pahlawan nasional.
Padahal beliau telah berjuang sampai titik darah penghabisan untuk kemerdekaan bangsa dan negara Republik Indonesia.
"Sebenarnya dari dulu keluarga (Gusti Ketut Jelantik) memiliki keinginan untuk membicarakan (patung Gusti Ketut Jelantik) ke pemerintahan. Kalau seandainya saya ngotot takut dituding ada kepentingan. Saya terima kasih ke pemuda karena mau bergerak dan mengenang jasa beliau," kata Gung Arya.
Gung Arya menyatakan, kedatangannya ke DPRD untuk mendorong Pemerintah Kabupaten Karangasem memperbaiki patung I Gusti Ketut Jelantik.
Hal ini mesti menjadi prioritas utama mengingat beliau telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
"Harapannya tidak banyak. Saya hanya meminta agar patung Gusti Ketut Jelantik segera diperbaiki. Beliau sampai tiga kali melawan agresi militer Blanda," kata Gusti Agung Arya di hadapan pimpinan DPRD Karangasem.
Korlap Komunitas Pemuda Karangasem, Putri Cahyaningsih juga mengatakan perbaikan patung harus menjadi prioritas pemerintah setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/keluarga-pahlawan-nasional-i-gusti-ketut-jelantik.jpg)