Aksi Putu Gede RS di Hadapan Sang Pacar, Cemburu Buta Berujung Pelaporan ke Polisi

Saat itu Putu Gede RS dan seorang rekannya, hendak datang ke sekolah kekasihnya di salah satu sekolah Kejuruan di Klungkung.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Rizki Laelani
Tribunnews.com
Ilustrasi pemukulan 

Aksi Putu Gede RS di Hadapan Sang Pacar, Cemburu Buta Berujung Pelaporan ke Polisi

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Gara-gara cemburu buta, Putu Gede RS (16) asal Jembrana, harus berurusan dengan kepolisian.

ABG tersebut nekat menjotos Putu SA (15), seorang siswa salah satu sekolah kejuruan negeri di Klungkung.

Putu Gede RS merasa cemburu, setelah melihat kekasihnya M (16) tiba-tiba memeluk Putu Gede RS tepat di depan matanya.

Kapolsek Klungkung Kompol I Wayan Sarjana menjelaskan, kejadian tersebut terjadi, Rabu (21/8/2019).

Saat itu Putu Gede RS dan seorang rekannya, hendak datang ke sekolah kekasihnya di salah satu sekolah Kejuruan di Klungkung.

Ia jauh-jauh datang dari Sukawati, Gianyar, demi kekasih pujaannya.

Berkali-kali Diguncang Gempa, BPBD Jembrana Ungkap Fakta Ini, Singgung Pendeteksi Tsunami

Tumbang Oleh Kalteng Putra, Begini Posisi Bali United U-16 di Tunamen Elite Pro Academy Liga 1 2019

Setiap Muktamar PKB, Di Mana Anak-anak Gus Dur? Alissa Wahid Beri Jawaban Begini

Dibantu Sang Ibu Dibelikan Alat Kontrasepi, Perkosaan Anak Selama 10 Tahun Baru Terungkap

Buka Jasa Lupakan Mantan Bertarif Rp 12 Ribu, Dijamin! Cukup Bawa Foto Mantan

"Dia (Putu Gede RS), saat itu ke Klungkung hendak menemui kekasihnya," ungkap Wayan Sarjana.

Sesampianya di sekolah tersebut, datanglah M hendak menemui Putu Gede RS.

Namun ada hal yang membuat perasaan Putu Gede RS tersakiti.

Ketika itu datang Putu SA yang merupakan sahabat dari M, tanpa rasa canggung, M lalu memeluk Putu SA, tepat di depan mata dari Putu Gede RS.

"Korban ini dipeluk oleh M, di depan Putu Gede RS. Padahal Putu Gede RS jauh-jauh datang dari Gianyar untuk menemui kekasihnya, M," ungkap Sarjana.

Merasa cemburu buta, Putu Gede RS lalu naik pitam.

Tanpa pikir panjang, ia langsung memukul Putu SA dengan helm.

Akibat pemukulan tersebut, Putu SA mengalami luka memar di kepala dan sempat dilarikan ke rumah sakit.

Mengetahui anaknya menjadi korban kekerasan, orang tua korban lalu melapor ke Polres Klungkung.

"Babinsa dan Babinkamtibmas serta kepala sekolah sempat mencoba untuk memediasi antara terlapor dan pihak korban.

Namun kedua orang tua korban tidak mau berdamai, dan melaporkan kasus itu ke kepolisian," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved