Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Musim Kemarau, 6 dari 15 Banjar di Desa Yangapi Bangli Belum Teraliri Air Bersih

Setidaknya 30 persen di desa di Desa Yangapi, Tembuku, Bangli belum teraliri air bersih.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Fredey Mercury
Salah satu warga Banjar Tingas, Bangli, saat mendapat bantuan tangki air, Rabu (28/8/2019). 

TRIBUN-BALI.BANGLI - Kesulitan air bersih tak hanya terjadi di beberapa desa wilayah Kintamani Timur saja.

Kondisi serupa ternyata juga terjadi di wilayah Kecamatan Tembuku, yakni di Desa Yangapi.

Setidaknya 30 persen di desa tersebut belum teraliri air bersih.

Camat Tembuku, Dewa Agung Putu Purnama mengatakan, secara umum, air bersih sudah tersalur di enam desa di Kecamatan Tembuku.

Namun khususnya di Desa Yangapi, dari total 15 banjar, enam di antaranya belum teraliri air bersih.

“Di antaranya Banjar Belok, Tingas, Sidaparna, Bukti, Penaga, dan Kubusuih. Khususnya di Banjar Kubusuih itu belum sama sekali,” katanya, Rabu (28/8/2019).

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, kebanyakan warga membuat penampungan air untuk menampung air hujan. Selain itu, mereka juga membeli dari truk tangki yang melintas.

Meski demikian, pihaknya mengatakan pemerintah telah memberikan bantuan berupa Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Ia menjelaskan program Pamsimas pendanaannya gabungan. Yakni dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemerintah desa.

Untuk wilayah Yangapi sendiri pada tahun 2018 lalu telah mendapatkan bantuan Pamsimas untuk tahap pertama.

“Pada tahun lalu program Pamsimas dilaksanakan di Banjar Metra Kelod. Dari program itu bisa mengaliri air hingga setengah wilayah Banjar Penaga. Karena berjalan sukses, pada tahun ini dilanjutkan kembali, dengan penambahan perpipaan,” ungkapnya.

Bantuan tahap kedua, anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus dengan besaran lebih dari Rp 350 juta. Begitupun dengan Banjar Tingas, yang pada tahun ini akan mendapatkan bantuan pamsimas.

“Banjar Belok belum. Kalau Banjar Sidaparna mereka juga belum, namun telah berupaya mengangkat air sendiri,” ungkapnya.

Sedangkan banjar Kubusuih, Dewa Purnama mengaku telah mengusulkan Detail Engineering Design (DED).

Pihaknya mengatakan kini tinggal menunggu pembiayaan untuk kegiatan penyediaan air minum pada Banjar yang dihuni 250 KK ini.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved