Kisah Nyoman Triyuti Jalankan Usaha Pia Bintang Baturiti Hingga Miliki 3 Outlet, 'Jangan Asal Laku'
Dulu semuanya saya jalan sendiri. Hari ini saya buat pia, besoknya saya pasarkan ke toko-toko. Tapi lama kelamaan permintaan makin banyak,
Penulis: Meika Pestaria Tumanggor | Editor: Rizki Laelani

Kisah Nyoman Triyuti Jalankan Usaha Pia Bintang Baturiti Hingga Miliki 3 Outlet
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pia Bintang Baturiti adalah satu di antara oleh-oleh khas Bali yang telah ada sejak tahun 1960.
Owner Pia Bintang Baturiti, Ni Nyoman Triyuti menceritakan, telah belajar membuat pia sejak duduk di bangku SD.
"Dulu dari SD sudah ikut orangtua angkat yang produksi kue di Baturiti. Tapi, saya belajar khusus buat pia. Setelah menikah saya vakum membuat pia, karena ikut suami ke Jakarta. Setelah punya anak tiga, kami kembali ke Bali dan tinggal di Denpasar. Saat itu saya mau bikin pia yang di wilayah Denpasar, karena orangtua buat di Baturiti. Tahun 1989 awalnya semuanya saya buat secara manual dari tangan, tidak pakai mesin. Sejak tahun 1998 secara bertahap ada penawaran oven dan mesin," kata Nyoman Triyuti.
"Dulu semuanya saya jalan sendiri. Hari ini saya buat pia, besoknya saya pasarkan ke toko-toko. Tapi lama kelamaan permintaan makin banyak," sambung Nyoman Triyuti.
Meski tidak sempat mengeyam pendidikan tinggi, dan hanya tamatan Sekolah Dasar, Nyoman Triyuti tidak putus mudah putus asa untuk mencapai kesuksesan.
"Kalau kita orang yang tidak ada modal, kalau tidak usaha, gimana mau maju. Makanya saya terus belajar hingga yang kita impian bisa terwujud," kata istri Putu Winata.
• SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Chelsea vs Sheffield United Liga Inggris 2019
• Duet Pelatih Sedarah di Putra Perkanthi U-16, Siap Bersaing di Piala Menpora Seri Nasional
• Putra Perkanthi Siap Tampil di Seri Nasional Piala Menpora U-16, Ini Lawan-lawannya di Grup D
"Awalnya saya belajar dari orangtua hanya satu rasa, rasakacang hijau. Setelah itu saya mencoba sendiri, belajar sendiri tidak pakai resep dari orang lain, campurannya apa-apa saja, saya coba semuanya," sambung Nyoman Triyuti.
Dalam menjalankan usaha, kejujuran merupakan hal yang dipegang teguh oleh Nyoman Triyuti.
"Kalau usaha itu yang penting jujur, biar bisa dipercaya. Pakai bahan yang benar, jangan asal laku, pikirkan kesehatan orang lain. Membuat dari hati. Makanan dari kita, kita harus bisa makan sendiri baru untuk orang lain. Kalau kita tidak mau makan, jangan itu yang diberi kepada orang lain," ujar Nyoman Triyuti.
Hingga saat ini, Pia Bintang Baturiti telah berkembang dengan memiliki tiga outlet. Usaha ini juga diteruskan oleh anak-anak Nyoman Triyuti, dengan mengambil bagian masing-masing.
Anak pertama Nyoman Triyuti, Wiradharma mengelola outlet yang berada di Baturiti. Selanjutnya anak keduanya Adi Dharma mengambil bagian di bidang produksi di pabrik yang berada di Jalan kebo Iwa utara, nomor 12 Padang Sambian. Selanjutnya anak ketiganya Arief Widodo mengelola outlet di Kuta. Sedangkan untuk outlet ketiga yang berada di Mal Bali Galeria dikelola secara bersama-sama oleh keluarga besar.
Nyoman Triyuti berharap Pia Bintang Baturiti saat terus dikembangkan oleh anak-anak.
Tini Menantu Nyoman Triyuti yang mengelola outlet Pia Bintang Baturiti Kuta bersama Suami, berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal Pia Bintang Baturiti.
"Kita memberikan yang terbaik untuk meneruskan usaha keluarga ini. Jadi biar usahanya terus stabil," kata Tini.
Saat ini pada hari biasa di luar waktu liburan dan pesanan, produksi pia dalam sehari mencapai 15 sak tepung, dengan 1 sak tepung berisi 25 kg tepung.
Setiap outlet dalam sehari dapat menjual sekitar 200 kotak, dengan harga perkotak Rp 50 ribu. Namun bila musim liburan lebih dari 500 kotak. (*)