Kisah Nyoman Triyuti Jalankan Usaha Pia Bintang Baturiti Hingga Miliki 3 Outlet, 'Jangan Asal Laku'

Dulu semuanya saya jalan sendiri. Hari ini saya buat pia, besoknya saya pasarkan ke toko-toko. Tapi lama kelamaan permintaan makin banyak,

Kisah Nyoman Triyuti Jalankan Usaha Pia Bintang Baturiti Hingga Miliki 3 Outlet, 'Jangan Asal Laku'
TRIBUN BALI/MEIKA PESTARIA TUMANGGOR
Nyoman Triyuti (tiga dari kiri) bersama anak-anak saat re-opening Outlet Pia Bintang Baturiti Jalan Raya Kuta Nomor 88, Tuban, Sabtu (31/8/2019).

Kisah Nyoman Triyuti Jalankan Usaha Pia Bintang Baturiti Hingga Miliki 3 Outlet

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pia Bintang Baturiti adalah satu di antara oleh-oleh khas Bali yang telah ada sejak tahun 1960.

Owner Pia Bintang Baturiti, Ni Nyoman Triyuti menceritakan, telah belajar membuat pia sejak duduk di bangku SD.

"Dulu dari SD sudah ikut orangtua angkat yang produksi kue di Baturiti. Tapi, saya belajar khusus buat pia. Setelah menikah saya vakum membuat pia, karena ikut suami ke Jakarta. Setelah punya anak tiga, kami kembali ke Bali dan tinggal di Denpasar. Saat itu saya mau bikin pia yang di wilayah Denpasar, karena orangtua buat di Baturiti. Tahun 1989 awalnya semuanya saya buat secara manual dari tangan, tidak pakai mesin. Sejak tahun 1998 secara bertahap ada penawaran oven dan mesin," kata Nyoman Triyuti.

"Dulu semuanya saya jalan sendiri. Hari ini saya buat pia, besoknya saya pasarkan ke toko-toko. Tapi lama kelamaan permintaan makin banyak," sambung Nyoman Triyuti.

Meski tidak sempat mengeyam pendidikan tinggi, dan hanya tamatan Sekolah Dasar, Nyoman Triyuti tidak putus mudah putus asa untuk mencapai kesuksesan.

"Kalau kita orang yang tidak ada modal, kalau tidak usaha, gimana mau maju. Makanya saya terus belajar hingga yang kita impian bisa terwujud," kata istri Putu Winata.

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Chelsea vs Sheffield United Liga Inggris 2019

Duet Pelatih Sedarah di Putra Perkanthi U-16, Siap Bersaing di Piala Menpora Seri Nasional

Putra Perkanthi Siap Tampil di Seri Nasional Piala Menpora U-16, Ini Lawan-lawannya di Grup D

"Awalnya saya belajar dari orangtua hanya satu rasa, rasakacang hijau. Setelah itu saya mencoba sendiri, belajar sendiri tidak pakai resep dari orang lain, campurannya apa-apa saja, saya coba semuanya," sambung Nyoman Triyuti.

Dalam menjalankan usaha, kejujuran merupakan hal yang dipegang teguh oleh Nyoman Triyuti.

"Kalau usaha itu yang penting jujur, biar bisa dipercaya. Pakai bahan yang benar, jangan asal laku, pikirkan kesehatan orang lain. Membuat dari hati. Makanan dari kita, kita harus bisa makan sendiri baru untuk orang lain. Kalau kita tidak mau makan, jangan itu yang diberi kepada orang lain," ujar Nyoman Triyuti.

Halaman
12
Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved