Berita Badung

Langsung Gencarkan GPM dan OPM, Upaya Badung Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg dan Sembako

Dalam mengantisipasi kelangkaan LPG 3 Kg dan naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok, Pemkab Badung mulai mengambil

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ady Sucipto
Istimewa
GELAR OPERASI - Dinas Koperasi dan UMKM Badung Bali saat menggelar operasi pasar beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Dalam mengantisipasi kelangkaan LPG 3 Kg dan naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok, Pemkab Badung mulai mengambil langkah-langkah.

Berbagai langkah dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, sekaligus memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

Selain itu juga menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan juga menggelar Operasi Pasar Murah (OPM). Hal itu diharapkan bisa menekan gejolak harga dan juga meningkatkan daya beli masyarakat

Baca juga: 3 Korban Terseret Arus di Pantai Mengening Badung Belum Ditemukan, Tim SAR Baru Temukan 3 HP Korban

Kepala Bagian Ekonomi Setda Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati, mengatakan bahwa Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Badung telah menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di beberapa titik, salah satunya di depan Gedung Serba Guna Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal.

Kegiatan ini melibatkan Dinas Pertanian dan Pangan, Badan Pangan Nasional, Perum Bulog Bali, ID Food, Perumda Pasar dan Pangan MGS, Bumdes, hingga UMKM lokal.

"Komoditas yang dipasarkan beras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, telur ayam, cabai rawit, cabai besar, buah-buahan, dan aneka sayuran,” jelas Rosyawati Kamis, (28/8/2025).

Bahkan saat menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-80 juga dilaksanakan operasi pasar yang dipusatkan di Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara.

Operasi ini dilaksanakan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan bekerja sama dengan Bulog Bali, Polres Badung, Perumda Pasar dan Pangan MGS, distributor pangan, Pertamina, hingga agen LPG 3 Kg.

Dalam operasi tersebut, warga dapat membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, daging ayam, telur, cabai, bawang, buah-buahan, hingga LPG 3 Kg dengan harga lebih terjangkau. 

"Ke depan, melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan juga merencanakan empat kali operasi pasar tambahan selama September 2025," ujarnya.

Baca juga: Kapasitas PLTS di Bali Saat Ini Capai 50 MW, Siapkan Proyek Baru PLTS 9-10 MW di Badung

Selain pasar murah, Pemkab Badung memperkuat sistem pemantauan harga melalui laporan harian dari pasar tradisional. Data tersebut dilaporkan ke TPID Provinsi Bali, Kementerian Perdagangan, hingga Kemendagri.

Sementara itu, Perumda Pasar dan Pangan MGS ditugaskan membeli gabah petani dan memproduksi Beras Badung sebagai upaya menjaga ketahanan pangan lokal.

"Untuk memastikan distribusi LPG 3 Kg tetap lancar, di Bagian Sumber Daya Alam Badung juga menjalin koordinasi intensif dengan Pertamina, agen, serta pangkalan resmi. Bahkan, operasi pasar khusus LPG 3 Kg dijadwalkan secara berkala," terangnya.

Hasil rapat teknis TPID Badung pada 21 Agustus 2025 mencatat inflasi Juli 2025 masih terkendali, yakni 2,29 persen, hal itu pun lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi Bali dan nasional. Kendati demikian, komoditas beras, cabai, bawang, daging ayam, dan minyak goreng masih menjadi penyumbang inflasi.

"Jadi kami Pemkab Badung akan terus mengoptimalkan pasar murah, mempercepat tanam padi, mendorong gerakan menanam cabai di desa, serta menjaga stabilitas pasokan LPG 3 Kg," imbuhnya. (gus)

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved