TRIBUN-BALI.COM – Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya membantu masyarakat yang mengalami bencana. Bahkan selama dua bulan terakhir Pemkab Badung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah menyalurkan bantuan Rp 1 miliar lebih.
Bantuan itu diberikan terhitung mulai dari Bulan Juni hingga Juli tahun 2025. Bahkan itu pun tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Badung dengan tujuan meringankan beban masyarakat yang terkena bencana
Kasi Rekonstruksi BPBD Badung, Putu Juniarta, seizin Kalaksa BPBD Badung Wayan Darma, mengatakan pencairan bantuan dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, sudah ada 10 penerima bantuan dengan total dana lebih dari Rp 1 miliar. Prosesnya berjalan cepat, dengan pengajuan, verifikasi, hingga pencairan hanya memakan tujuh hari kerja.
Baca juga: TITAH Prabowo Agar Tunjangan Anggota DPR Dicabut! Sahroni, Nafa, Eko Patrio, Uya Kuya Dinonaktifkan
Baca juga: KERUGIAN Capai Puluhan Juta, Si Jago Merah Mengamuk di Kamar Suci dan Usaha Laundry
“Ini tahap pembelajaran yang akan terus kami tingkatkan hingga pencairan bisa terealisasi dalam waktu empat sampai lima hari kerja, Kami akan terus berupaya agar pencairan bisa cepat” jelasnya
Putu Juniarta menceritakan penerima bantuan tersebar ada di enam kecamatan di Badung. Bantuan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Kami sekarang memanfaatkan aplikasi Lencana (Layanan Elektronik Penanggulangan Bencana) untuk mempercepat pencairan bantuan. Kalau dulu prosesnya masih manual,” ungkapnya.
Pihaknya menyebutkan jika total anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp 1,13 miliar. Tidak menutup kemungkinan akan ada bantuan lain lagi, yang akan diberikan masyarakat terdampak bencana.
Sebelumnya, Kalaksa BPBD Badung, Wayan Darma menegaskan bantuan ini memberi dampak besar terhadap pemulihan warga. Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, memperbaiki infrastruktur rusak, serta mengurangi tekanan ekonomi akibat bencana.
“Bantuan ini juga menciptakan stabilitas di lingkungan masyarakat terdampak. Tidak hanya untuk pemulihan saat ini, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana di masa depan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemkab Badung terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana dan persiapan menghadapi keadaan darurat di kemudian hari.
“Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat tidak hanya pulih dari bencana yang telah terjadi, tetapi juga lebih siap menghadapi potensi bencana yang mungkin datang,” imbuhnya. (gus)