TRIBUN WIKI
TRIBUN WIKI! 5 Pertimbangan Orang Bali Saat Akan Membangun Rumah
Saat membangun rumah, menurut kepercayaan orang Bali, ada beberapa pertimbangan yang harus terpenuhi.
Penulis: Ragil Armando | Editor: Rizki Laelani
Dilihat dari hal-hal yang tidak lumrah di dalam pekarangan misal munculnya lulut.
"Sehari-hari kita sangat sulit menemukan lulut. Kecuali ada unsur-unsur tertentu yang mendukung kemunculannya," katanya.
Secara mitologis, menurut Guna hal itu menunjukkan kemunculan Ida Bhatara Sri sebagai pertanda karang panes.
Untuk mengatasi hal tersebut biasanya dilakukan upacara prayascita.
Jika ada lulut di pekarangan, kalulut baya namanya, panes karang itu.
“Parameter pertaam dalam tradisi saya di Bangli, kemunculan lulut ini pertanda karang panes. Pasti akan dilaksanakan upacara prayascita,” kata Guna yang berasal dari Bangli.
Selain itu, lulut tersebut diletakkan di dalam klungah (kelapa kecil yang sudah ada airnya), setelah itu dihanyutkan di sungai atau laut.
Penyikapan yang lebih tinggi ada juga dengan melakukan pecaruan.
Hal itu dilaksanakan jika, lulut tersebut muncul berulang-ulang di karang yang sama.
Dilihat dari pertanda alam, misalnya ada pohon kena kilap (sander kilat) hingga mati di pekarangan.
Menurutnya karang itu disebut karang kedurmanggalan atau karang cemer dan leteh.
Selain itu juga dilihat dari adanya bencana (kepancabayan) seperti angin nglinus, api, ataupun air bah yang menggenai pekarangan.
"Walaupun hal itu adalah murni karena alam, namun masyarakat Bali memaknainya secara sekala dan niskala. Dan biasanya akan disikapi dengan melakukan pembersihan atau penyucian," tambah Guna.
Yang terakhir yang menjadi ceciri karang panes adalah datangnya binatang ane ke pekarangan.
Menurut Guna, dulu ada kidang yang masuk ke pekarangan rumah sampai berkeliling.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-pembangunan-pasar-baru-di-desa-culik-kecamatan-abang-karangasem-bali-selasa-2082019.jpg)