Bunga pun Impor, Ini Curhatan Didon Tentan Bunga Lokal Bali
Didon menjelaskan, kaum millenial tidak tertarik dengan bunga lokal dan memilih berkiblat dengan bunga impor.
Tayang:
Penulis: Noviana Windri | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN BALI/NOVIANA WINDRI
Didon (tengah) bersama para peserta workshop dalam floral arragement demo and workshop di Colony Hub, Plaza Renon, Denpasar, Bali, Minggu (1/9/2019).
"Lebih puas rasanya kalau kita bisa merangkai sendiri dengan bunga-bunga lokal seperti yang Didon Kajeng lakukan."
"Jadi mari kita bersama-sama mengasah talenta dan kreativitas kita. Sesuatu yang indah tidak harus impor dan mahal. Ia ada disekitar kita. Hanya saja sekarang bagaimana kita mengasah kreativitas kita dengan bahan-bahan lokal," tuturnya.
Sebanyak 35 orang peserta dari ibu-ibu PKK, pencinta bunga, dan masyarakat umum mengikuti kegiatan floral arragement demo and workshop ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/didon-tengah-bersama-para-peserta-workshop.jpg)