Ekonomi Digital Berkembang Pesat Selamatkan Laju Investasi RI
Pesatnya perkembangan ekonomi digital di beberapa sektor mengubah pola usaha dari offline menjadi online dan mengalami pertumbuhan sangat signifikan.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Rizki Laelani
Tingginya angka pertumbuhan startup ini mendorong BKPM untuk mengubah konsep RIF tahun ini menjadi berbeda, yaitu mengundang para perusahaan rintisan (startup).
Setidaknya, ada 250 startup yang hadir dalam perhelatan ini.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, yang juga hadir dalam kegiatan pitching sessions mengapresiasi ide-ide bisnis yang ditampilkan oleh startup yang ada.
“Kami apresiasi upaya pemerintah pusat untuk memfasilitasi pertemuan start-up dengan daerah, Jawa Timur sendiri siap untuk bekerjasama dengan start-up yang dapat berdampak positif bagi perekonomian daerah,” pungkasnya.
Potensi ekonomi digital di Indonesia sangat besar. Dari data APJII, pengguna internet di Indonesia mencapai 143 juta atau 54 persen dari total populasi dengan jumlah pemilik smartphone dan mobile internet mencapai 90 juta (statista).
Riset Google dan Temasek juga menyebutkan market size ekonomi digital Indonesia juga mencapai USD 27 miliar dan berpotensi menjadi USD 100 miliar pada tahun 2025.
Dari aliran investasi asing pertahun di level USD 20-25 miliar, diperkirakan 10 persen disumbang dari sektor ekonomi digital. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pinjaman-online.jpg)