Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ekonomi Digital Berkembang Pesat Selamatkan Laju Investasi RI

Pesatnya perkembangan ekonomi digital di beberapa sektor mengubah pola usaha dari offline menjadi online dan mengalami pertumbuhan sangat signifikan.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Rizki Laelani
dreamstime
Ilustrasi transaksi keuangan secara digital 

Ekonomi Digital Berkembang Pesat Selamatkan Laju Investasi RI

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Trikasih Lembong, menyampaikan ekonomi digital merupakan satu di antara sektor yang menyelamatkan laju investasi internasional tanah air.

Pesatnya perkembangan ekonomi digital di beberapa sektor mengubah pola usaha dari offline menjadi online dan mengalami pertumbuhan sangat signifikan.

“Tahun lalu, laju global FDI turun di kisaran 20 persen, akhir tahun ini hingga awal tahun ini kita sudah melihat investasi mulai kenceng lagi. Terima kasih atas kerja keras Menkominfo, ekonomi digital kita tumbuh dengan sangat pesat,” ujar Kepala BKPM, dalam siaran pers yang diterima Tribun-Bali.com, Selasa (3/9/2019).

Ia menyebutkan satu sektor yang sangat terbantu, dengan maraknya ekonomi digital adalah sektor pariwisata.

Made Togog Gagal Duduki Kursi Ketua BK DPRD Gianyar, Ini Kalkulasinya

Gerindra-PKPI Bikin Kejutan di DPRD Gianyar, Kursi Ketua Komisi Disapu PDIP

Ronny Sompie Ungkap Peran 4 Bule Australia Saat Demo di Sorong, 1 Dititipkan di Bali, 3 Dideportasi

Grace Anastasia Anggota DPRD Bali dari PSI Tolak Pin Emas, Ini Langkah yang Diambil

Pariwisata menjadi satu di antara mesin penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

“Satu di antara lima pekerjaan baru tercipta dari sektor pariwisata,” urainya.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, menambahkan bahwa investasi yang masuk dari pariwisata saat ini tidak hanya hotel dan restoran.

“Air BnB itu merupakan salah satu dampak dari ekonomi digital yang semakin memudahkan investasi di sektor pariwisata,” paparnya.

Sementara Deputi Gubernur Bank Indonesia, Soegeng, menambahkan pendekatan yang ditempuh BI dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital adalah menjaga keseimbangan antara upaya menggali inovasi dan menjaga stabilitas.

“Dalam upaya menggali inovasi, BI akan mendorong promosi inovasi dalam ekonomi digital, menyediakan ekosistem yang mendukung pengembangan ekonomi digital, dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekonomi digital,” lanjutnya.

Soegeng menilai dalam menjaga stabilitas, BI akan mendorong stabilitas ekonomi tetap terjaga, mencegah tindak Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT), dan mendorong perlindungan konsumen.

Tahun ini, tema RIF yang diusung adalah “Indonesia’s Digital Drive: Utilizing Digital Technology in Developing Regional and Tourism Investment Opportunities”.

Tema ini sesuai dengan perkembangan industri digital yang cukup signifikan beberapa tahun terakhir.

Hingga Februari 2019, jumlah startup di Indonesia mencapai 2.070 startup dengan pertumbuhan tertinggi di tiga sektor yaitu on-demand services, financial technology (fintech) dan e-commerce.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved