Made Togog Gagal Duduki Kursi Ketua BK DPRD Gianyar, Ini Kalkulasinya

Anggota Fraksi Golkar DPRD Gianyar, Made Togog sebelumnya digadang-gadang mendapatkan posisi Ketua BK, sebagai sebuah penghormatan.

Made Togog Gagal Duduki Kursi Ketua BK DPRD Gianyar, Ini Kalkulasinya
TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA
Suasana pemilihan pimpinan di Komisi I, yang merupakan salah satu AKD di DPRD Gianyar, Selasa (3/9/2019) 

Made Togog Gagal Duduki Kursi Ketua BK DPRD Gianyar, Ini Kalkulasinya

TRIBUN-BALI.COM, GINAYAR - Anggota Fraksi Golkar DPRD Gianyar, Made Togog sebelumnya digadang-gadang mendapatkan posisi Ketua BK, sebagai sebuah penghormatan.

Togog pun membenarkan prihal tersebut.

Dirinya kandas, lantaran fraksinya tak memiliki nilai tawar pada fraksi dalam pengisian jabatan pimpinan komisi.

Dalam pengisian pimpinan BK, dilakukan dengan cara voting.

Jumlah anggota BK sebanyak lima orang, terdiri dari dua orang PDIP, sisanya Demokrat, Golkar dan Fraksi Indonesia Raya (FIR) yang terdiri Gerindra-PKPI.

Kata Togog, dalam voting tersebut PDIP hanya membutuhkan satu suara dari fraksi lain.

Gerindra-PKPI Bikin Kejutan di DPRD Gianyar, Kursi Ketua Komisi Disapu PDIP

Ronny Sompie Ungkap Peran 4 Bule Australia Saat Demo di Sorong, 1 Dititipkan di Bali, 3 Dideportasi

Grace Anastasia Anggota DPRD Bali dari PSI Tolak Pin Emas, Ini Langkah yang Diambil

Diduga PDIP melalukan deal politik dengan FIR. Hal tersebut terlihat, tiga dari empat anggota FIR menduduki posisi pimpinan, yang secara logika hal tersebut relatif mustahil.

“FIR diberikan posisi Wakil Ketua Komisi III, Sekretaris Komisi I, dan Wakil Ketua BK. Itu yang kami tidak bisa lakukan, karena nilai tawar kami tidak ada. Tapi saya tetap legowo, karena bagaimanapun, yang namanya partai berkuasa pasti ingin mendapatkan keseluruhan,” ujar Togog.

Ketua FIR DPRD Gianyar, Ngakan Ketut Putra membantah jika fraksinya melakukan deal-deal politik, untuk menduduki posisi tersebut.

Dia menilai, itu dipilih oleh anggota komisi masing-masing atas pertimbangan kemampuan.

Dalam hal ini, Ketut Astawa Suyasa dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi III, karena pengalamannya dibirokrasi.

Sementara Gusti Supriadi karena pengalamannya di Komisi I, sejak periode sebelumnya.

“Kami tegaskan, tidak ada deal. Ini murni pilihan anggota yang berpatokan pada kemampuan masing-masing,” tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved