Helikopter dan Jet Sky akan Mengitari Tanah Lot, Jasad Dua Semeton Masih Misterius
Helikopter dan Jet Sky akan Mengitari Tanah Lot, Jasad Dua Semeton Masih Misterius
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Aloisius H Manggol
"Jika di areal lokasi kita masih kesulitan karena medannya yang bebatuan dan karang," jelasnya.
Dia menyatakan, segala upaya sudah dicoba agar dua pemancing ini segera ditemukan.
Dan dia berharap agar dengan cara ini dua pemancing bisa ditemukan.
"Kami sangat berharap semoga cepat ketemu. Karena sampai saat ini belum ada tanda-tanda kemunculan dari dua pemancing ini," harapnya.
Sebelumnya, dua warga Tabanan yang tergulung ombal adalah warga Banjar Batan Poh, Desa Pandak Gede, I Gede Ketut Artika (58) dan I Wayan Sumiarta (43) warga asal Banjar Batan Buah, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, yang dinyatakan hilang setelah tergulung ombak di sebelah selatan Pura Enjung Galuh, kawasan DTW Tanah Lot, Tabanan, Selasa (3/9) sekitar pukul 24.00 Wita.
Seorang saksi mata yang berada di lokasi, Nengah Sudarta menuturkan, saat sebelum kejadian memang ada sekitar dua puluh orang pemancing dari berbagai wilayah.
Dirinya saat itu memang awalnya melihat pemancing asal Beraban, I Wayan Sumiarta sudah berada di TKP.
Sedangkan pemancing asal Pandak Gede, I Gede Ketut Artika datang sekitar pukul 21.00 Wita.
"Mereka ini (dua warga hilang) memang dari awal memancing di sisi timur enjung (karang). Dan dua warga ini juga sempat mundur untuk menghindari ombak, namun ketika pukul 24.00 itu ombak justru besar sekali dan menyeret dua warga ini ke tengah laut," tuturnya sembari menyebutkan tinggi air hempasan tebing saat itu hingga 1.6 meter dengan ketinggian ombak hingga empat meter.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dua-orang-hilang-di-lautan-tanah-lot-terungkap-fakta-istri-melarang-dan-pesan-perhatikan-ombak.jpg)