Simpang Ring Banjar

Haturkan Sapi untuk Duwe Bhatara, Warisan Tradisi Ratusan Tahun Lalu

Masyarakat di wilayah Selulung, Kintamani, Bangli, Bali, percaya bahwa sapi yang telah dihaturkan akan menjadi duwe Bhatara

Haturkan Sapi untuk Duwe Bhatara, Warisan Tradisi Ratusan Tahun Lalu
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Prosesi ngaturang bakti pengeleb di Pura Dalem Mecantel, Bangli, Bali. Haturkan Sapi untuk Duwe Bhatara, Warisan Tradisi Ratusan Tahun Lalu 

Haturkan Sapi untuk Duwe Bhatara, Warisan Tradisi Ratusan Tahun Lalu

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Masyarakat di wilayah Selulung, Kintamani, Bangli, Bali, percaya bahwa sapi yang telah dihaturkan akan menjadi duwe Bhatara.

Oleh masyarakat, duwe ini kerap disebut dengan Wadak.

Bendesa Adat Selulung, I Wayan Karmawan menjelaskan upacara penyucian ini merupakan tradisi secara turun-temurun yang diperkirakan telah diwariskan sejak ratusan tahun silam.

Tradisi ini digelar melalui upacara penyucian khusus pada sebuah ritual yang disebut ngaturang bakti pengeleb pada hari baik menjelang Anggarkasih.

“Kata ngeleb ini artinya liar. Dalam hal ini sapi yang seharusnya diikat, dihaturkan untuk selanjutnya dilepas atau diliarkan. Anggarkasih ini setiap bulan selalu ada, namun kembali lagi pada keyakinan orang yang akan ngaturang. Kalau memang sedang hari baik, pada anggarkasih itu bisa lima ekor sapi yang dihaturkan. Sedangkan alasan harus anggarkasih karena bisa diikuti oleh banyak krama sebab pada saat itu digelar sangkepan anggarkasih,” jelasnya.

Duwe wadak ini jumlahnya tidak hanya satu satu ekor saja, melainkan hingga puluhan ekor.

Meski diliarkan, wadak memiliki perbedaan dengan sapi peliharaan masyarakat.

Perbedaan yang mencolok, wadak memiliki tubuh lebih besar serta lebih bersih dibandingkan sapi yang dipelihara.

Selain itu hidung wadak juga tidak ditusuk.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved