Mahasiswa Papua Kembali Unjuk Rasa di Renon, Ini Tuntutan yang Disuarakan

Dalam aksinya tersebut, mereka bergerak dari arah timur menuju bundaran Renon, Denpasar mulai pukul 10.00 wita.

Mahasiswa Papua Kembali Unjuk Rasa di Renon, Ini Tuntutan yang Disuarakan
TRIBUN BALI/FARIZQI IRWAN
Massa dari Ikatan Mahasiswa dan Masyarakat Papua berkumpul di Bundaran Renon, Sanur atau tepatnya di depan Plaza Renon pada Jumat (6/9/2019). Mereka berkumpul, dan satu persatu berorasi mengutarakan tuntutannya. 

Mahasiswa Papua Kembali Unjuk Rasa di Renon, Ini Tuntutan yang Disuarakan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Massa dari Ikatan Mahasiswa dan Masyarakat Papua berkumpul di Bundaran Renon, Sanur atau tepatnya di depan Plaza Renon pada Jumat (6/9/2019).

Mereka berkumpul, dan satu persatu berorasi mengutarakan tuntutannya.

Dalam aksinya tersebut, mereka bergerak dari arah timur menuju bundaran Renon, Denpasar mulai pukul 10.00 wita.

Tidak hanya orasi, mereka pun membawa poster berbagai tulisan meminta rekan-rekannya dibebaskan.

Juru bicara Ikatan Mahasiswa dan Masyarakat Papua (Immapa) Bali, Joice Uropdana kepada awak media meminta tujuh mahasiswa asal Papua dan seorang dari luar Papua dibebaskan.

Saat Cek Aki Timbul Api, Segera Cek CCTV di Lokasi untuk Ketahui Penyebab Kebakaran Bus di Bandara

Jam 1 Dinihari, Putu Suartika Asyik Nyabu Berduaan, Beralasan untuk Tambah Stamina

Informasnya, Polda Metro Jaya menahan massa aksi demonstrasi di Istana Negara beberapa waktu lalu.

"Kami turun ke jalan untuk meminta kebebasan kepada mereka tanpa syarat apapun," teriak Jubir Aksi, Joice Uropdana.

Lanjut Joice, aksi diskriminasi terhadap orang Papua tidak hanya dilakukan oleh masyarakat di luar Papua.

Joice Uropdana dalam aksi ini mengutarakan penyesalan atas lambannya Pemerintah Indonesia menindak tegas pelaku rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.

"Yang di Surabaya itu kenapa harus membutuhkan waktu lama hingga dua Minggu untuk menetapkan tersangka. Tetapi, kan kawan-kawan kami dengan gampang dengan tuduhan makar," tambahnya.

Mereka pun menuntut dihentikannya segala bentuk diskriminasi rasial dan represifitas oleh Militer dan ormas reaksioner terhadap masyarakat dan mahasiswa Papua secara umum.

Selama aksi berlangsung, mendapatkan pengawalan ketat oleh aparat Kepolisian dan TNI. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved