Satu Meninggal dari 376 Pasien, Kasus Demam Berdarah di Klungkung Meningkat
Selama enam hari ia mengalami demam tinggi dan harus dirawat inap karena suspect deman berdarah (DB).
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - I Kadek Aldo (17), remaja asal Desa Kamasan Klungkung, terbaring lemah di ruang Durian RSUD Klungkung, Kamis (5/9/2019).
Selama enam hari ia mengalami demam tinggi dan harus dirawat inap karena suspect deman berdarah (DB).
"Pasien ini (Aldo) baru dirawat inap Rabu (4/9/2019). Pasien sudah demam sejak enam hari lalu, ketika kontrol langsung kami sarankan rawat inap karena pasein ada suspect DB," ujar Humas RSUD Klungkung Gusti Putu Widiasa .
Sementara Direktur Utama RSUD Klungkung, dr I Nyoman Kesuma menjelaskan, saat ini tren kasus demam berdarah di Klungkung sedang meningkat.
Namun hal itu masih normal, karena peningkatan kasus DB tidak terlalu signifikan seperti tahun 2016.
"Dibanding bulan yang sama tahun lalu, memang ada sedikit peningakatan. Tidak terlalu signifikan," ujar dr I Nyoman Kesuma ditemui di ruangannya.
Berdasarkan data di RSUD Klungkung, sejak Januari hingga Agustus 2019 ini sudah terdapat 376 pasien yang dirawat akibat Demam Berdarah (DB).
Puncak angka kasus tertinggi di tahun ini terjadi bulan Mei lalu, yang mana ada 73 pasien yang dirawat karena kasus DB.
Bahkan bulan Juni lalu, warga jalan Werkudara, Kelurahan Semarapura Kelod Kangin, Diah Ratna Rifa Atun Nisa (25) meninggal dunia karena terjangkit demam berdarah.
Wanita tersebut meninggal dunia dalam keadaan hamil 14 minggu di ruang ICU RSUD Klungkung, Senin (3/6/2019) sekitar pukul 08.00 Wita.
"Fluktuatifnya angka kasus demam berdarah ini, juga disebebabkan cuaca yang tidak menentu tahun ini. Kadang hujan, lalu panas. Hal ini menyebabkan nyamuk demam berdarah sangat cepat perkembangannya," ungkap Nyoman Kesuma.
Nyoman Kesuma juga menegaskan, data ini tentu akan berbeda dengan Dinas Kesehatan.
Karena di RSUD Klungkung kasus positif DB dihitung dari sejak pasien mengalami gejala.
Sementara di Dinkes patokannya ketika sudah ada hasil lab yang menunjukan ditubuh pasien terinfeksi virus demam berdarah.
Kepala Seksi Penanganan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, Putu Juniarta mengungkapkan, jumlah kasus DBD di Kabupaten Klungkung sejak 1 Januari-4 September mencapai 292 kasus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/demam-berdarah-di-klungkung.jpg)