Diduga Karena Sakit Menahun, Nyoman Sariani Nekat Gantung Diri

Diduga tidak kuat dengan sakit yang diderita bertahun-tahun, Ni Nyoman Sariani (60) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri

Diduga Karena Sakit Menahun, Nyoman Sariani Nekat Gantung Diri
Polsek Denpasar Barat
Petugas kepolisian berada di TKP Jalan Singosari, Gang Paksi Nomor 7, Banjar Tag-tag Desa Peguyangan, Denpasar Barat, Bali, Rabu (11/9/2019). Diduga Karena Sakit Menahun, Nyoman Sariani Nekat Gantung Diri 

Diduga Karena Sakit Menahun, Nyoman Sariani Nekat Gantung Diri

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Diduga tidak kuat dengan sakit yang diderita bertahun-tahun, Ni Nyoman Sariani (60) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Rabu (11/9/2019).

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Singosari, Gang Paksi Nomor 7, Banjar Tag-tag, Desa Peguyangan, Denpasar Barat, Bali.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, Iptu Aji Yoga Sekar saat dikonfirmasi Tribun Bali sore ini, mengatakan Sariani nekat bunuh diri karena diduga menderita vertigo.

"Korban memiliki riwayat sakit vertigo yang diderita sejak 4 tahun lalu, dan semenjak suaminya meninggal korban sering mengalami vertigo," ujarnya.

Dari informasi yang diterima Polsek Denpasar Barat, Nyoman Ardani (44) saksi kejadian, menceritakan korban ditemukan dalam kondisi tergantung di rumahnya.

Korban terlihat tergantung dengan kain kebaya warna putih, disambung dengan kain warna hijau dan cokelat motif batik.

Kain tersebut dipasang atau diikat di kayu usuk plafon gudang penyimpanan sarana upacara.

Posisi korban saat itu ditemukan mengarah ke barat, lalu kedua tangan terjuntai, kedua kaki lurus ke bawah dan lidah menjulur keluar.

Korban ditemukan dengan pakaian (baju) kaos motif garis-garis warna putih hitam dan mengenakan celana panjang legging warna merah motif bunga.

Serta di bagian pergelangan tangan kiri terdapat gelang atau benang tridatu, dan saat petugas kepolisian datang ke lokasi kejadian, korban sudah dibaringkan di Bale Daja.

Ditanya lebih lanjut terkait peristiwa ini, apakah korban mengalami depresi berat, Iptu Aji Yoga Sekar belum bisa memastikan.

"Yang jelas korban punya riwayat sakit menahun. Korban tinggal bersama keluarga besar. Saat ini keluarga korban menyatakan tidak menuntut kerugian. Jenazah akan dimakamkan hari ini," tambahnya.

(*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved