Tewas di Jalan, Anak Penjual Nasi di Ubud Batal Wisuda, 'Pagi Masih Bareng, Kenapa Anak Saya Begini'

Dalam sehari-harinya, Ficky yang trening di sebuah akomodasi pariwisata di Ubud, memang memiliki aktivitas mengantar jemput ibunya yang berjualan nasi

Tewas di Jalan, Anak Penjual Nasi di Ubud Batal Wisuda, 'Pagi Masih Bareng, Kenapa Anak Saya Begini'
TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA
Ibu Korban, Ida Fitria menunjukkan foto korban, Ficky Awinda semasa hidup, Kamis (12/9/2019).Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Lodtunduh-Pengosekan, Ubud, Kamis (12/9/2019) siang. Korbannya adalah Ficky Awinda (22) warga Perumahan Kelapa Gading, Banjar/Desa Belega, Blahatuh. 

Anak Penjual Nasi di Ubud yang Akan Diwisuda Itu Telah Tiada, 'Tadi Pagi Masih Bareng, Kenapa Anak Saya Begini'

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Air mata Ida Fitria terus menetes saat ditemui di rumahnya, Perumahan Kelapa Gading, Banjar/Desa Belega, Blahatuh, Kamis (12/9/2019) sore.

Perempuan penjual nasi di Desa Lodtunduh, Ubud ini tak menyangka anak perempuannya, Ficky Awinda (22) meninggal dalam kecelakaan di Jalan Raya Lodtunduh-Pengosekan, Ubud, Kamis (12/9/2019) siang.

Anak periang tersebut, tewas di hari menjalang diwisuda usai menamatkan pendidikan diploma satu (D1) di Kampus Liberty, sebuah kampur pariwisata di Kabupaten Gianyar.

Ibu Korban, Ida Fitria mengatakan, sama sekali tidak memiliki firasat terkait kejadian ini.

Sebelum anak pertama dari dua bersaudara ini tewas kecelakaan, mereka berdua bersama-sama menuju Lodtunduh.

Gadis 22 Tahun Tewas di Jalan Pengosekan Ubud, Polisi: Korban Terserat dan Luka Parah di Kepala

Barang-barang ini Ditemukan Dalam Mobil, Dokter Dudut Ungkap Fakta Ini Tentang Jasad Warga AS

AMMBAK Turun ke Jalan Tolak Pelemahan Melalui Revisi UU KPK dan Singgung Masalah Korupsi di Bali

Ini Penjelasan KPK Tentang Foto Irjen Firli Gendong Anak TGB

Pengakuan Penggali Makam Mendiang BJ Habibie yang Hanya 3 Jam Selesai Penggalian

Dalam sehari-harinya, Ficky yang trening di sebuah akomodasi pariwisata di Ubud, memang memiliki aktivitas mengantar jemput ibunya yang berjualan nasi di Desa Lodtunduh, menggunakan sepeda motor.

Pagi saat Ficky akan berangkat trening, ia terlebih dahulu mengantar ibunya ke tempat berjualan, lalu langsung menuju tempatnya bekerja di Ubud.

Setelah pulang dari bekerja sekitar pukul 23.00 Wita, ia kembali menjemput ibunya untuk pulang.

“Sama sekali tidak punya firasat, kenapa anak saya begini. Tadi pagi masih jalan bareng, sekarang seperti ini,” ujar Fitria dengan napa filu.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved