Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Anak Pedangdut Elvy Sukaesih Serang Pemilik Warung Pakai Samurai Karena Ditolak Utang Rokok

Junaidi mengatakan awalnya asisten rumah tangga (ART) HR, yang datang ke warungnya dan ingin berutang empat bungkus rokok.

Editor: Eviera Paramita Sandi
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Pedangdut Elvy Sukaesih tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, guna menjalani pemeriksaan, Senin (26/2/2018). Elvy diperiksa sebagai saksi dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dengan tersangka putrinya Dhawiya Zaida. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Anak pedangdut Elvy Sukaesih berinisial HR sempat diamankan polisi lantaran diduga terlibat perusakan warung kelontong di Jalan Usaha, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (12/9/2019) malam.

"Infonya ada orang mengamuk, terus anggota ke sana," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, ketika dikonfirmasi, Jumat (14/9/2019).

Dilansir dari Kompas.com, HR tidak diproses oleh polisi karena pihak keluarga menunjukkan surat keterangan gangguan jiwa.

"Enggak jadi diamankan. Keluarganya menunjukan surat keterangan gangguan jiwa, sekarang dirawat di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD), Duren Sawit, Jakarta Timur," kata Argo.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo memastikan HR adalah anak Elvy Sukaesih.

"Iya A1 (pasti anaknya Elvy Sukaesih)," katanya.

"Tadi malam infonya dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Duren Sawit, kan itu pernah gangguan jiwa," tambah Hery.

HR dilaporkan karena terlibat pertikaian dengan pemilik warung kelontong. Namun, Hery enggan menjelaskan detail kronologi kejadian.

"Kronologi pastinya silahkan ke Polsek Kramat Jati," ujar Hery.

Kronologi

HR diduga anak dari pendangdut senior ternama ngamuk karena ditolak berutang empat bungkus rokok di sebuah warung kelontong di Kramat Jati, pada Kamis (12/9/2019).

Tak cuma itu, HR bahkan menyerang pemilik warung kelontong tersebut, Junaidi (48) dengan sebuah samurai.

Ditemui TribunJakarta.com, Junaidi menceritakan kronologi penyerangan tersebut.

Junaidi mengatakan awalnya asisten rumah tangga (ART) HR, yang datang ke warungnya dan ingin berutang empat bungkus rokok.

Namun permintaan tersebut ditolak oleh Junaidi.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved