Sering Berkeringat setelah Mandi? Ini Cara Mencegahnya
Bukannya segar, seringkali kita keluar dari kamar mandi dengan berkeringat. Hal ini ternyata merupakan hal yang terjadi karena kondisi tertentu.
TRIBUN-BALI.COM - Bukannya segar, seringkali kita keluar dari kamar mandi dengan berkeringat.
Hal ini ternyata merupakan hal yang terjadi karena kondisi tertentu.
Menurut dermatolog dari Cleveland Clinic, Shilpi Khetarpal, MD, fenomena itu biasanya terjadi setelah kita mandi air hangat.
Air hangat yang tersisa di kulit dan rambut terus menghangatkan tubuh kita bahkan setelah selesai mandi.
"Uap dari air panas dikombinasikan dengan temperatur yang juga lebih hangat meningkatkan kelembaban dan suhu di kamar mandi. Ini membuat suhu tubuh kita meningkat sehingga kita berkeringat," jelasnya.
Namun, terus-menerus mengeringkan kulit dengan handuk juga akan menimbulkan masalah kulit yang lebih parah.
Gosokan handuk pada kulit bisa mengakibatkan gesekan yang juga akan menimbulkan panas.
• Pertahankan Tren Positif Putaran II, Ini Pesan Yabes Tanuri
• Rekam Jejak Irjen Firli, Mulai Soal Pelanggaran Etik Berat hingga Terpilih sebagai Ketua KPK
Selain itu, jika pakaian dan handuk yang digunakan memiliki suhu hangat, bahan-bahan tersebut bisa membuat suhu tubuh semakin hangat dan keringat lebih banyak.
Masih ada lagi kemungkinan lain yang membuat tubuh berkeringat setelah mandi, misalnya sedang demam atau baru selesai olahraga.
Sebab, dua kondisi tersebut menyebabkan peningkatan suhu basal tubuh.
Lalu, bagaimana cara mencegah atau setidaknya mengurangi keringat yang bercucuran setelah mandi?
Khetarpal memberikan beberapa saran, di antaranya:
1. Tunggu selama 20 hingga 30 menit setelah berolahraga sebelum mandi.
"Ini akan membantu tubuh menurunkan suhunya dan menurunkan jumlah keringat," katanya.
2. Ketika mandi, cobalah mematikan air panas dan menurunkan suhunya sebelum keluar dari kamar mandi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-mandi-malam_20170121_140634.jpg)