Dijual Dagingnya Bukan Sapi Hidup, Dirjen PKH Harapkan Ada Bali Beef
Begitu juga kalau ada yang sapi mati, harus ada foto bangkainya dan harus ada BAP nya yang menjelaskan bahwa sapi itu benar mati
Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR–Jenis daging yang biasanya dijual dengan harga tinggi di pasaran adalah daging sapi karena tak hanya lezat, daging sapi juga penuh dengan gizi.
Jenis sapi yang dimanfaatkan untuk dikonsumsi dagingnya disebut dengan sapi potong.
Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian (Kementan) RI, I Ketut Diarmita menyarankan agar peternak Bali tidak menjual sapi Bali yang masih hidup, melainkan yang dijual adalah dagingnya saja.
Sehingga ke depan bagaimana misalnya Bali ini bisa menghasilkan Bali Beef, sebagai ikon dari sapi Bali.
“Yang dijual keluar bukan sapinya tapi dagingnya, sehingga nilai jualnya jadi lebih tinggi, harganya lebih tinggi dan kalau dipotong di Bali akan menyerap tenaga kerja,” kata Diarmita di Denpasar, Jumat (13/9/2019).
• Ledakan di Mako Brimob Polda Jawa Tengah, Warga Sekitar Lari Menyelamatkan Diri
• 16 Kelurahan di Badung Diusulkan Jadi Desa, Dua Tahun Diproses Tak Kunjung Tuntas
Lanjutnya, Bali ini semakin lama tanahnya semakin sedikit apalagi yang digunakan untuk peternakan. Di sisi lain, media peternakan hewan besar seperti sapi membutuhkan area yang sangat luas dan tidak mudah didapatkan di Bali.
Ia menyampaikan peternak Bali sekarang hanya memelihara satu atau dua ekor atau paling banyak lima ekor sapi. Itu artinya mereka beternak hanya dijadikan sebagai pekerjaan sambilan saja.
Pemerintah Pusat melalui Dirjen PKH menyerahkan sapi Bali 390 ekor kepada kelompok ternak se-Bali. Untuk ternak sapi, kata dia, Bali hanya bisa diisi dengan sapi Bali.
Selanjutnya Diarmita meminta yang paling penting dilakukan adalah recording atau pencatatan.
Hal itu bertujuan untuk mengetahui perkembangan bantuan sapi yang diberikan.
• Daftar 82 Negara Bebas Visa untuk Pemegang Paspor Indonesia 2019
• TRIBUN WIKI - Terdapat Senjata Bhatara Wisnu, Ini Arti Lambang Kodam IX/Udayana
“Tahun lalu Bali dibantu sapi berapa, sekarang jadi berapa. Apakah ada catatannya. Kalau diberikan sapi 390 ekor, seharusnya tahun depan menjadi 450,” ujarnya.
Begitu juga kalau ada yang sapi mati, harus ada foto bangkainya dan harus ada BAP nya (Berita Acara Pemeriksaan) yang menjelaskan bahwa sapi itu benar mati dan diketahui pihak kepolisian atau kepala desa.
Melalui Dinas Peternakan Provinsi Bali, ada 16 kecamatan yang dibantu, terdiri dari 240 kelompok peternak sapi, dan 24 kelompok peternak kambing.
Daerah yang paling banyak mendapat bantuan adalah di Kabupaten Gianyar dan Badung.
Pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi atas bantuan yang diberikan tahun depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana menyampaikan sudah saatnya Bali mengarah pada peternakan pedet, yaitu mengarah pada sistem peternakan modern dalam rangka mensejahterakan peternak Bali.
• Hutan Jati 10 Are di Jembrana Terbakar, Sudah Tujuh Kebakaran Terjadi di Bulan September
• Ahli Nutrisi Ini Paparkan 9 Hal yang Membuat Orang Gagal Turunkan Berat Badan
Berdasarkan data yang dimilikinya, memang terjadi penyempitan dan alih fungsi lahan di Bali hampir sekitar 900 hektare per tahun.
Namun, menurut Mardiana, dari sisi peternakan tidak saja bergantung pada lahan, tetapi bagaimana dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produksi.
“Walaupun lahannya sempit, kita bisa beternak dengan menggunakan teknologi melalui proses pengolahan pakan, fermentasi pakan,” terangnya.
Mengenai saran Dirjen PKH agar yang dijual sebaiknya daging sapi bukan sapi hidup, Mardiana menanggapi bahwa sementara ini pelaku usaha di Bali belum mampu menjual daging karena Jakarta belum mau menerima dalam bentuk daging beku, konsumen hanya mau menerima sapi hidup.
“Kami sudah melakukan penjajagan sejak dua tahun lalu namun para pelaku usaha di Jakarta tidak menginginkannya (daging sapi beku),” imbuhnya.
• TRIBUN WIKI - Terdapat Senjata Bhatara Wisnu, Ini Arti Lambang Kodam IX/Udayana
• Bocah 3 Tahun Ini Meninggal Seusai Makan Nasi Goreng PM-TAS Dari Sekolah Kakaknya
Sapi potong yang masih hidup dijual kebanyakan untuk hewan kurban yang digunakan pada hari raya besar keagamaan.
Sambungnya, permintaan sapi Bali selalu meningkat dari tahun ke tahun.
Maka dari itu pihaknya berupaya melakukan kontrol, karena kalau permintaan itu terus dituruti maka sapi Bali bisa habis. Sehingga penjualannya diatur berdasarkan dinamika populasi sapi Bali yang ada.
Mardiana menyebut bantuan sapi yang diberikan Dirjen PKH Kementan akan dialokasikan di 7 Kabupaten se Bali.
Selain itu, bantuan babi 200 ekor, diberikan 100 ekor untuk Bangli dan 100 ekor untuk 5 Kabupaten lainnya. Dan bantuan mobil Puskeswan diberikan ke Kabupaten Badung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pengunjung-melihat-sapi-bali-pada-kontes-ternak-dan-panen-pedet.jpg)