Kecelakaan di Devil Tears Tahun 2019 Terjadi 4 Peristiwa & Renggut Nyawa 3 Wisman, Ini Sebabnya
Destinasi wisata Devil Tears bagi warga lokal di Nusa Lembongan, Klungkung, dikenal dengan nama Pantai Batu Belek.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ady Sucipto
4 Kali Kecelakaaan, 3 Korban Jiwa
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG -- Destinasi wisata Devil Tears bagi warga lokal di Nusa Lembongan, Klungkung, dikenal dengan nama Pantai Batu Belek.
Devil Tears merupakan julukan dari wisatawan, yang disematkan ke destinasi ini karena keganasan gelombang di perairan tersebut.
Gelombang ganas ini terus menghempas tebing karang dan menghasilkan pecahan ombak hingga mencapai ketinggian belasan meter.
Bahkan saat musim hujan dan angin kencang, ombak bisa sampai di atas tebing.
Hal inilah yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Devil Tears.
Para wisatawan pun paling senang selfie atau swafoto dengan latar belakang cipratan ombak alias water blow.
Namun di sisi lain, Devil Tears saat ini menjadi destinasi wisata yang paling sering terjadi kecelakaan.
Bahkan hingga merenggut korban jiwa.
Tahun 2019 ini saja, sudah terjadi empat kali kecelakaan di Devil Tears, dengan korban jiwa tiga orang yang semuanya merupakan wisatawan asing.
Bahkan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali, mewacanakan akan mencoret destinasi Devil Tears di Lembongan dari paket wisata yang mereka tawarkan, khususnya ke wisatawan Tiongkok.
Hal ini karena maraknya wisatawan asal Tiongkok yang mengalami kecelakaan di Devil Tears.
Pemandu wisata lokal Lembongan, I Wayan Laba, yang setiap hari membawa wisatawan ke Devil Tears, tidak menampik jika lokasi itu memang berbahaya.
Hanya saja kecelakaan lebih diakibatkan dari pengunjung yang mengabaikan keselamatannya.
"Menurut saya kurang adil jika dalam beberapa kejadian ini, yang disalahkan objek wisatanya. Namun pengunjunglah yang mengabaikan keselamatan mereka," jelas Laba.
Misal kecelakaan yang kerap terjadi, karena wisatawan kerap selfie terlalu pinggir di tepi tebing.
Wisatawan mengabaikan peringatan pemandu, termasuk papan peringatan yang sudah dipasang di beberapa titik.
Terkait kecelakaan yang terjadi pada Senin (16/9) yang merenggut dua korban jiwa, Caval Heir O Biron (48) asal Brasil, dan Victor Johannes Allers (43) asal Afrika Selatan, menurutnya juga karena ada kelalaian.
"Bagi kami pemandu wisata yang setiap hari mengantar tamu ke Devil Tears, semua sudah tahu jika gelombang di sekitar Devil Tears itu sangat berbahaya.
Tapi masih ada juga boat dan wisatawan yang nekat melintas di sekitar itu.
Seharusnya sebisa mungkin, operator boat maupun pemandu wisata memperhatikan keselamatan semua pihak.
Jangan sampai hanya karena mengejar dolar, tapi membahayakan nyawa. Terlebih pertaruhannya juga citra pariwisata di Nusa Lembongan," ungkapnya. (*)