Klian Banjar Dinas Sorga Mekar Menangis di Kantor Polisi, Ini Pengakuannya Soal Kayu Sonokeling

Ia berusaha menyembunyikan tangisannya itu dengan menundukan kepala, serta berdiri di deretan paling belakang, agar tidak terekam oleh kamera awak med

Klian Banjar Dinas Sorga Mekar Menangis di Kantor Polisi, Ini Pengakuannya Soal Kayu Sonokeling
TRIBUN BALI/RATU AYU ASTRI DESIANI
Polisi menunjukan tujuh pelaku illegal loging, di kawasan hutan lindung Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng, Selasa (17/9/2019). 

Klian Banjar Dinas Sorga Mekar Menangis di Kantor Polisi, Ini Pengakuannya Soal Kayu Sonokeling

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Klian Banjar Dinas Sorga Mekar, Putu Karmita alias Leong,menangis di Mapolres Buleleng, Selasa (17/9/2019).

Pria berusia 35 tahun ini diciduk polisi lantaran terlibat dalam kasus illegal loging, yang ada di kawasan hutan lindung Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng.

Saat rilis digelar, Leong tampak menitihkan air mata.

Ia berusaha menyembunyikan tangisannya itu dengan menundukan kepala, serta berdiri di deretan paling belakang, agar tidak terekam oleh kamera awak media.

KPK Gangguan untuk Jokowi?

Hubungan Sangat Harmonis, Sang Istri Kaget Tahu Kebiasaan Suami, Terungkap 40 Tahun Ngemil Beling

Kepada Tribun-Bali.com, Leong mengaku menyesali perbuatannya.

Ia pun membenarkan telah menjual sebanyak empat pohon kayu jenis sonokeling, yang ada di kawasan hutan lindung Desa Lokapaksa.

Leong pun berdalih, pohon tersebut awalnya ditebang karena kondisinya yang sudah lapuk.

Namun kemudian hasil kayunya itu ia jual kepada seseorang seharga Rp 4 juta.

Tindakannya ini pun berujung petaka. Ia diciduk oleh aparat kepolisian sektor Seririt, pada Minggu (15/9/2019) di kediamannya.

"Rencananya mau saya tanam kembali dengan pohon nangka dan pohon wani, untuk ada penyegaran kembali. Empat pohon sonokeling itu ditebang sekitar seminggu yang lalu. Itu dipotong karena sudah lapuk," katanya.

Selain Leong, ada enam pelaku lain yang juga diciduk atas kasus ilegal loging tersebut. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved