Berita Buleleng
Fraksi Gerindra Wanti-wanti Titipan dalam Seleksi Direksi Perumda Pasar
Fraksi Gerindra DPRD Buleleng Wanti-wanti Titipan dalam Seleksi Direksi Perumda Pasar
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Proses seleksi jabatan Direksi Perumda Pasar Argha Nayottama mendapat sorotan dari DPRD Buleleng. Pihak dewan mewanti-wanti agar proses seleksi dilakukan secara profesional untuk menghindari praktik titipan.
Hal ini disampaikan Fraksi Gerindra dalam rapat pimpinan dan anggota DPRD dengan Pemerintah Daerah pada Rabu (22/4/2026). Usai membacakan pendapat Fraksi atas rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang perubahan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Fraksi Gerindra menyoroti tentang pencopotan jajaran direksi Perumda Pasar Argha Nayottama.
Baca juga: Aturan Pembuangan Sampah Bagi Pedagang di Pasar Denpasar Mulai Dilonggarkan
Fraksi Gerindra melalui juru bicaranya, Luh Marleni, menegaskan agar proses pengisian jabatan direksi Perumda Pasar ke depan dilakukan secara profesional, proporsional, objektif, dan independen. Mekanisme yang digunakan harus melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) serta menghindari praktik yang menimbulkan kesan adanya titipan dari pihak mana pun.
"Proses pengisian jabatan direksi Perumda Pasar harus dilakukan secara profesional, objektif, dan independen melalui fit and proper test, tanpa adanya kesan titipan dari pihak mana pun," tegasnya.
Baca juga: Berawal dari Saling Tatap di Tempat Mancing, Bocah 12 Tahun di Nusa Penida Nekat Sayat Tangan Korban
Menanggapi hal tersebut, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, secara tegas menyatakan jika seleksi akan dilakukan secara profesional. Prosesnya akan melibatkan tim penilai dari panitia seleksi, yang beranggotakan akademisi hingga kalangan profesional.
"Sudah pasti itu (secara profesional). Kita akan memakai apa yang nanti direkomendasikan dari Pansel," jelasnya.
Saat ini, Pemkab Buleleng tengah menyusun tahapan seleksi. Termasuk kriteria apa saja yang harus dipenuhi oleh calon-calon yang akan mengikuti seleksi. Proses seleksi sendiri diharapkan bisa dimulai pada awal bulan Mei.
"Mudah-mudahan minggu ini bisa selesai dan minggu depan kita bisa mengadakan koordinasi, komunikasi, sehingga terbentuk Pansel-nya dan segera mengumumkan ke publik, ke masyarakat Buleleng. Setiap orang yang mempunyai potensi, silakan melamar," tegasnya.
Sutjidra menambahkan, ketidakharmonisan (disharmoni) antar jajaran direksi menjadi cikal bakal terjadinya kekisruhan di perusahaan, hingga berbuntut pada pencopotan. Pasca pencopotan, saat ini berbagai kegiatan operasional Perumda Pasar Argha Nayottama dikendalikan oleh Dewan Pengawas (Dewas).
"Jadi tiga Dewas ini kita turunkan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan operasional dari PD Pasar. Tiga dewas ini meliputi Asisten II sebagai Ketua, dan dua orang profesional," sebutnya.
Yang Penting Sesuai Mekanisme
Sementara itu, Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, menanggapi sorotan Fraksi Gerindra terkait potensi 'titipan' dalam seleksi direksi Perumda Pasar Argha Nayottama. Ia menegaskan, DPRD tidak mempersoalkan latar belakang kandidat, selama proses seleksi tetap berjalan sesuai mekanisme yang benar melalui Panitia Seleksi (Pansel).
"Kita bukan berbicara titipan atau siapa. Sepanjang melalui mekanisme yang benar, tidak masalah," ujarnya.
Menurut Ngurah Arya, dalam konteks masyarakat Buleleng yang beragam, sulit memisahkan sepenuhnya individu dari kedekatan politik atau sosial. Karena itu, yang terpenting adalah menjaga profesionalisme dalam proses seleksi. "Siapapun dipilih nantinya, harus berdasarkan Pansel. Yang penting profesional," tegas dia.
Di sisi lain, DPRD juga berencana memanggil Dewas untuk mendalami penyebab kisruh internal yang berujung pada pencopotan direksi, meski sebelumnya kinerja perusahaan dinilai cukup baik dari sisi pendapatan. (mer)
| Pasang Guardrail di Jalur Kaliasem-Tigawasa, Upaya Dishub Buleleng Menekan Risiko Kecelakaan |
|
|---|
| Sah! DPRD Buleleng Ketok Perda Pajak–Retribusi, Ketua DPRD: UMKM Jangan Hanya Jadi Objek Pungutan |
|
|---|
| Ekowisata Hutan Desa di Pejarakan Tuai Pro-Kontra, DPRD Buleleng Dorong Toleransi dan Solusi Bersama |
|
|---|
| DEWAN Minta Dinsos Buat Layanan Pengaduan, Tak Ingin Kasus Kekerasan LKSA Terulang |
|
|---|
| Perbaikan Jalan Bisa 10 Tahun, DPRD Buleleng Sentil PUPR: Jangan Tunggu Viral Baru Bergerak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bupati-Buleleng-I-Nyoman-Sutjidra-terbaru.jpg)