Breaking News:

Simpang Ring Banjar

Rayakan HUT ke-60, Sekaa Teruna Watugunung Jaga Tradisi dengan Lomba 'Mebat'

Dalam upaya menjaga tradisi, saat menggelar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60, ST Watugunung menggelar lomba mebat antar anggota.

Tribun Bali/Agus Aryanta
Dalam upaya menjaga tradisi, saat menggelar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60, ST Watugunung menggelar lomba mebat antar anggota. 

Pasalnya pemotongan daging dalam membuat lawar berbeda, yakni dengan cara mempelajari cara metektekan (memotong).

"Semua ini menurut kami adalah proses sehingga kelak ke depan generasi muda menjadi masyarakat Bali yang tulen, yang tahu akan tradisi budaya yang ada dan tidak mengurangi budaya yang dimiliki," ungkapnya.

Selain mengadakan lomba ngelawar, hasil olahan lawar yang dilombakan juga dimakan bersama oleh seluruh anggota.

Dalam upaya menjaga tradisi, saat menggelar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60, ST Watugunung menggelar lomba mebat antar anggota.
Dalam upaya menjaga tradisi, saat menggelar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60, ST Watugunung menggelar lomba mebat antar anggota. (Tribun Bali/Agus Aryanta)

Bahkan makan bersama yang kerap disebut megibung ini juga dilakukan untuk mempererat rasa menyama braya.

"Hasil olahan lawar itu kita adakan megibung  bersama seluruh Sekaa Teruna Watugunung," pungkasnya.

Resya yang juga menjadi Ketua Panitia Hut ke 60 ST  Watugunung, mengatakan selain mebat, berbagai kegiatan dilakukan untuk menyambut HUT tersebut di antaranya lomba penjor, lomba memasak untuk anggota PKK, lomba futsal, lomba ngulat tipat, dan lainya.

Pihaknya berharap ke depannya sekaa teruna terus berkembang dan terus berkreativitas baik dari segi olahraga, seni dan budaya.

"Saya juga ingin sekaa teruna menjauhi narkoba, hindari seks bebas, dan mabuk-mabukan," harapnya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved