Bangkai 4 Godel Tercabik-cabik, Warga Bunga Mekar Sebut Serangan Anjing Liar
Ia mencurigai anak sapi miliknya itu terluka karena diserang anjing liar yang berkeliaran di Desa Bunga Mekar
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
Ada yang mengalami luka di leher, paha, dan ada yang sampai jeroannya keluar.
Situasi ini tentu membuat masyarakat resah.
Terlebih semua anak sapi di kandang kelompok Simantri Pondok Indah diserang hingga mati.
Hanya ada satu ekor indukan yang tidak diserang.
"Kami sedang bahas masalah ini. Ternak warga yang mati tersebut merupakan milik kelompok Simantri Pondok Indah. Kecurigaan karena diserang gerombolan anjing liar," jelas Perbekel Desa Bunga Mekar, I Wayan Yasa
Dalam sepakan terakhir, setidaknya ia menerima informasi sudah ada empat ekor anak sapi warga yang mati dengan sejumlah luka di tubuhnya.
Semua sapi yang mati berusia sekitar enam bulan.
"Satu sapi matinya sepekan lalu dan tadi juga ada tiga ekor anak sapi yang mati dalam satu kandang di Simantri Pondok Indah. Ada sampai jeroanya keluar juga," jelasnya.
Serangan anjing liar itu tidak disadari warga, terlebih jarak kandang dengan pemukiman warga sekitar 500 meter dan kejadiannya malam hari.
Wayan Yasa kembali menegaskan kejadian ini tidak pertama kali terjadi di desanya.
Tahun 2015 lalu hal serupa sempat terjadi.
Tidak hanya menyerang ternak sapi warga, tapi juga ternak babi warga.
"Warga tentu resah dengan kejadian ini. Apalagi godel itu harganya lumayan, bisa Rp 5 juta perekornya. Peternak merugi karena kejadian ini," ungkap Wayan Yasa.
Minta Eliminasi
Terkait kejadian ini, Perbekel Desa Bunga Mekar I Wayan Yasa pun telah berkoordinasi dengan Camat Nusa Penida I Komang Widiasa Putra, termasuk dengan Dinas Pertanian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ternak-warga-di-dusun-pundukahe-kaje-mati-dengan-kondisi-tubuh-penuh-luka.jpg)