Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Menaklukkan Lilitan Ular Piton hingga Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular Berbisa

Berbicara ular, banyak jenisnya mulai dari yang tidak berbisa hingga berbisa. Lalu bagaimana cara menangani serangan ular?

Tayang:
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Saiful Rohim
(Foto ilustrasi, tidak terkait berita) Warga bersama RAPI Lokal Kecamatan Bebandem menangkap ular piton sepanjang 3.5 sampai 4 meteran, Sabtu (19/1/2019). Menaklukkan Lilitan Ular Piton hingga Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular Berbisa 

Dan pada ular welang bisanya membunuh secara halus dengan melemahkan saraf jantung sehingga akan terserang kantuk hebat.

"Jika dipatuk ular kobra, usahakan setenang mungkin. Karena semakin tenang aliran darah akan melambat. Kemudian ikat pada daerah yang dekat dengan patukan," kata Ady.

Apabila dipatuk ular hijau, ikat sekencang-kencangnya pada tiga titik dengan jarak 2 cm di atas gigitan.

"Intinya tenang, jangan panik sehingga aliran darah melambat. Semakin panik detak jantung semakin kencang dan aliran darah semakin cepat dan berbahaya," katanya.

Penanganan sebelum ke rumah sakit, usahakan gigitan ditaruh di bawah jantung dan jangan digerakkan.

Apabila memungkinkan bisa diberi semacam pen atau kayu untuk meminimalisir gerakan.

Jika digigit pada kaki jangan berjalan sendiri, namun minta teman untuk membopong.

"Intinya penanganannya sama seperti penanganan orang patah tulang. Dan ingat jangan panik. Kemudian bawa ke rumah sakit," katanya.

Sementara itu ada juga jenis ular yang menyembur yaitu kobra, sementara king kobra hanya mematuk.

Jika mata terkena semburan bisa ular jangan dikucek.

Karena semakin dikucek akan menimbulkan iritasi yang bisa membahayakan.

"Kalau kena mata jangan dikucek karena semakin dikucek akan ada goresan luka dan itu menyebabkan bisa masuk ke dalam saraf yang bisa membuat mata jadi buta. Bisa ular bekerja lewat darah," katanya.

Semprot mata dengan air bersih yang mengalir dan jangan menggunakan obat tetes mata karena jika alergi bisa menyebabkan iritasi.

Setelah itu gunakan uap teh tawar hangat.

"Ambil uapnya dan pasti air mata akan menetes. Efeknya mata merah tapi tidak kenapa asal jangan dikucek," paparnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved