Polemik RKUHP Wisatawan Mulai Resah ke Bali, Australia Beri Travel Advise Warganya ke Indonesia

Di antara ratusan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi "Bali Tidak Diam" di seputaran Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar,

Polemik RKUHP Wisatawan Mulai Resah ke Bali, Australia Beri Travel Advise Warganya ke Indonesia
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ratusan mahasiswa juga menggelar aksi demo di Renon, Denpasar, Bali. Aksi ini menuntut dibatalkannya RUU KUHP dan beberapa RUU lainnya, Selasa (24/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Di antara ratusan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi "Bali Tidak Diam" di seputaran Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Selasa (24/9), hadir sosok Dede Bajraskara yang menyita perhatian.

Saat mahasiswa beraksi menggunakan jas almamater, Dede memakai pakaian wisuda.

Tak hanya itu, ia juga membawa sebuah kantong plastik berwarna hitam sebagai tempat sampah, dan kertas kuning bertulisan "Jangan Atur Selangkangan Kami".

Ditemui Tribun Bali di tengah aksi berlangsung, Dede merupakan alumni dari salah satu kampus di Nusa Dua.

Kini ia bekerja di dunia akomodasi kepariwisataan.

Ia mengaku ikut turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi rakyat, terutama dengan adanya Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

Secara khusus, Dede menyuarakan penolakan terhadap salah satu pasal di RKUHP yang kurang lebih berbunyi jika ada masyarakat yang bersetubuh di luar perkawinan atau tidak secara sah akan dituntut dan dikenakan denda.

"Kalau kita sama-sama suka kenapa itu dilarang. Apalagi Bali itu salah satu destinasi pariwisata," jelasnya.

Sebagai seorang pekerja pariwisata, Dede mengaku sempat mendapatkan pertanyaan dari beberapa wisatawan.

Pada umumnya wisatawan menanyakan keamanan dirinya dalam berkunjung ke Bali dengan adanya peraturan tersebut.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved