Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Damkar Karangasem Kekurangan Armada, Tahun Ini Usul Pengadaan Kendaraan Senilai Rp 5 Miliar

Dinas Pemadam Keebakaran (Damkar) mengusulkan pengadaan mobil pemadam serta kendaraan penyuplai air (tangki) beberapa unit

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Saiful Rohim
Armada Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem parkir di Terminal Subagan, Kecamatan Karangasem, Karangasem, Bali, Kamis (26/9/2019) kemarin. Dinas Pemadam Keebakaran (Damkar) mengusulkan pengadaan mobil pemadam serta kendaraan penyuplai air (tangki) beberapa unit 

Damkar Karangasem Kekurangan Armada, Tahun Ini Usul Pengadaan Kendaraan Senilai Rp 5 Miliar

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Dinas Pemadam Keebakaran (Damkar) mengusulkan pengadaan mobil pemadam serta kendaraan penyuplai air (tangki) beberapa unit.

Mengingat armada yang ada sekarang tidak cukup untuk mengakomodir kejadian kebakaran yang terjadi di Kabupaten Karangasem.

Kepala Dinas Damkar Karangasem, Nyoman Tari menjelaskan, Dinas Damkar hanya memiliki tiga unit kendaraan pemadam dan tangki penyuplai air, dengan usia belasan tahun.

Kondisi kendaraan yang ada sangat memprihatinkan, dan layak diganti dengan kendaraan pemadam yang baru.

"Tahun ini kita usulkan pengadaan kendaraan pemadam dan penyuplai air sebesar Rp 5 miliar. Saya pesimis usulannya akan direalisasikan, mengingat pendapatan daerah anjlok," ungkap Nyoman Tari saat ditemui di sekitar Kantor DPRD Karangasem, Karangasem, Bali, Kamis (26/9/2019).

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini berharap pemerintah daerah mampu merealisasikan usulan tersebut.

Pasalnya, kasus kebakaran di Karangasem cukup tinggi tiap tahunnya.

Tidak hanya kendaraan pemadam, operasional untuk petugas pemadam perlu pengadaan mobil baru.

Ditambahkan, sesuai studi wilayah manajemen kebakaran, idealnya Karangasem memiliki delapan armada pemadam kebakaran dan penyuplai air, sesuai jumlah kecamatan di Karangasem.

Rinciannya setiap kecamatan wajib miliki armada minimal satu unit kendaraan pemadam.

Armada yang ada saat ini tak cukup menangani kebakaran di Karangasem dengan luas wilayah sekitar 839.54 km2.

Akibatnya waktu tanggap bencana pun sedikit terlambat.

Yang seharusnya respon time 15 menit sesuai aturan pusat, terpaksa terlambat beberapa menit tiba di lokasi dan pemadaman otomatis terlambat.

Saat ini pos pemadaman di Karangasem ada 3 pos, yakni di Terminal Subagan, Kecamatan Karangasem, Abang dan Kecamatan Selat.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved