Bangunan Penyimpanan Alat Upakara Terbakar, Diduga Akibat Dupa Sisa Sembahyang
Bangunan gedong penyimpanan milik Made Putra hangus terbakar, kerugian diperkirakan Rp 100 juta
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Irma Budiarti
Bangunan Penyimpanan Alat Upakara Terbakar, Diduga Akibat Dupa Sisa Sembahyang
TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Bangunan gedong penyimpanan milik Made Putra (53) di Banjar Pikat, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali, hangus dilahap si jago merah, Sabtu (28/9/2019) pukul 02.00 Wita dini hari.
Yang terbakar adalah bangunan gedong penyimpanan dinding beton, yang berisi pengangge atau kelengkapan upakara untuk sembahyang.
Informasi di lapangan, yang pertama mlihat peristiwa nahas ini yakni Nengah Widya (40).
Saksi yang juga warga Banjar Pikat melihat kobaran api saat hendak buang air kecil.
Saat itu api membara cukup besar di dalam gudang.
Saksi pun teriak minta bantuan ke warga lantaran khawatir api menjalar ke rumah.
Warga sekitar terbangun setelah mendengar ada teriakan meminta tolong.
Mereka membawa alat seadanya untuk membantu memadamkan api.
Sayangnya kobaran api semakin besar, warga pun melaporkan kejadian kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem untuk penanganan pemadaman dan pendinginan.
Petugas pun menurunkan sekitar 13 personel serta 5 unit armada, dengan pemadaman menghabiskan 10.000 liter.
Sesuai keterangaan saksi dan pemilik rumah, dugaan sementara karena dupa sehabis sembahyang.
Kapolsek Abang, AKP Nyoman Wiranata mengungkapkan, sebelum kejadian, pemilik rumah sempat bersembahyang di lokasi kejadian pukul 22.00 Wita.
Kemungkinan dupa yang digunakan sembahyang masih nyala, sehingga mengenai kain.
Ini menyebabkan kobaran api cukup besar dan melahap seisi bangunan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/petugas-pemadam-kebakaran-dibantu-warga-memadamkan-kobaran-api.jpg)