Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Mengurai Pemikiran dan Gagasan Johann Wolfgang von Goethe: Pujangga Jerman Terbesar

Berthold Damshäuser akan memberi gambaran tentang pemikiran dan gagasan Goethe dalam program Dialog Sastra #67 di Bentara Budaya Bali (BBB)

Editor: Irma Budiarti
Bentara Budaya Bali
Berthold Damshäuser akan memberi gambaran tentang pemikiran dan gagasan Goethe dalam program Dialog Sastra #67 di Bentara Budaya Bali (BBB) akan berlangsung pada Sabtu (28/9/2019) pukul 19.00 Wita di Jl Prof Ida Bagus Mantra No.88A, Bypass Ketewel, Sukawati, Gianyar, Bali. Mengurai Pemikiran dan Gagasan Johann Wolfgang von Goethe: Pujangga Jerman Terbesar 

Mengurai Pemikiran dan Gagasan Johann Wolfgang von Goethe: Pujangga Jerman Terbesar

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pada tanggal 19 September sampai dengan 4 Oktober 2019 Berthold Damshäuser, pakar sastra dari Bonn/Jerman, yang juga pemimpin redaksi Orientierungen, sebuah jurnal tentang kebudayaan-kebudayaan Asia akan berkunjung ke beberapa kota di Indonesia.

Dalam lawatannya kali ini, ia juga datang ke Bali.

Melalui pembacaan terjemahan Indonesia berbagai puisi Goethe, Berthold akan memberi gambaran tentang pemikiran dan gagasan Goethe.

Acara yang terangkai dalam program Dialog Sastra #67 di Bentara Budaya Bali (BBB) ini akan berlangsung pada Sabtu (28/9/2019) pukul 19.00 Wita di Jl Prof Ida Bagus Mantra No.88A, Bypass Ketewel, Sukawati, Gianyar, Bali.

Program ini bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta.

Ceramah dan pembacaan puisi Goethe oleh Berthold Damshäuser akan disusul diskusi tentang Goethe, dan bisa juga mengarah ke keadaan dewasa ini yang diwarnai unsur clash of civilisation, termasuk islamofobia sebagai fenomena baru di masyarakat Barat.

Yang akan menjadi fokus acara adalah kenyataan bahwa Goethe merasa sangat dekat dengan agama Islam.

Ia terkenal dengan ucapannya: “Saya tidak menolak dugaan bahwa saya seorang muslim.”

Johann Wolfgang von Goethe (1749-1832) adalah pujangga Jerman terbesar dan termasuk tokoh paling gemilang dalam sejarah sastra dunia.

Bahkan, Goethe lebih dari pujangga, ia seorang universalis atau jenius universal, mungkin yang terakhir, dan dalam hal ini dapat dibandingkan dengan Leonardo da Vinci.

Seperti Leonardo, Goethe pun tidak hanya menjadi sastrawan, pelukis dan budayawan, melainkan juga saintis dan penemu.

Filosof Friedrich Nietzsche mengatakan pada tahun 1886: Goethe bukan saja tokoh maha besar, ia adalah sebuah kebudayaan.

Maka, tidak mengherankan jika lembaga kebudayaan Jerman (Goethe-Institut) memakai namanya.

Sejak muda Goethe tertarik dengan agama Islam.

Berumur 22  tahun, Goethe menuliskan himne Mahomets Gesang (Dendang Nabi Muhammad) dan pada saat itu juga mulai menyusun sebuah drama berjudul Mahomet (Muhammad).

Kira-kira sejak tahun 1810, Goethe semakin tertarik kepada dunia timur, belajar bahasa Arab dan Persia, membaca lagi Al Quran dan puisi klasik dari Persia (Ferdusi, Rumi dan Hafiz).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved