Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Niat Ingin Adopsi karena Kasihan, Anak Ini Malah Meneror Keluarga Pengadopsi

Perilaku Natalia kian memburuk, tampak dari monitor bayi Natalia kerap menyerang bayi laki-lakinya ketika ia sedang tak di rumah.

Ilustrasi(ISTOCK) 

Aksinya itu membuat keluarganya tak bisa tidur dan terpaksa menyembunyikan semua benda tajam.

"‘Saya melihatnya meletakkan bahan kimia, pemutih, Windex sesuatu seperti itu, dalam kopi saya dan saya bertanya kepadanya, apa yang Anda lakukan?

Dia berkata, "Saya mencoba meracuni Anda.", " ucap Kristine menirukan jawaban Natalie.

Kecurigaannya terbukti karena Natalia juga mengalami menstruasi.

Ia bahkan membawa Natalie ke beberapa dokter dan menemukan jika anak angkatnya itu menderita penyakit psikologis parah yang hanya didiagnosis pada orang dewasa
 

“Semua dokter memastikan dia menderita penyakit psikologis parah yang hanya didiagnosis pada orang dewasa."

"Dia melompat keluar dari mobil yang bergerak. Dia mengolesi darah di cermin. Dia melakukan hal-hal yang tidak dapat Anda bayangkan dilakukan oleh anak kecil," lanjut Kristine.

Sebelum tuduhan kriminal diajukan pada mereka pada 11 September, Kristine dan mantan suaminya Michael dipuji sebagai orang tua teladan yang membesarkan anak 'genius' Jake Barnett.

Jerat Parkir Nginep, PD Pasar Denpasar Akan Terapkan Parkir Progresif

Perusahaan Besar Berkamuflase, Langganan PDAM tapi Sedot Air Bawah Tanah

Meski didiagnosis dengan autisme pada usia dua tahun, Jake tetap memiliki makalah akademis pertamanya yang diterbitkan pada usia 12 dan pada tahun 15 sedang belajar di sebuah lembaga fisika ternama.

Kristine bersikeras dia memperlakukan Natalie seolah-olah dia adalah anak kandungnya.

Dia tidak ragu-ragu menerima Natalia meskipun mengetahui dia memiliki kelainan pertumbuhan tulang bernama displasia spondyloepimetaphyseal, yang menyebabkan perawakan pendek, kelainan tulang, dan masalah penglihatan.

"Saya dan keluarga mengalami komplikasi yang sangat parah pada kehamilan saya dan tidak dapat memiliki anak lagi,"

"Pada waktu itu saya memiliki kehidupan yang sangat istimewa.

Saya merasa bahwa jika saya memiliki kemampuan untuk membantu orang lain di dunia maka saya ingin melakukannya," cerita Kristine.

Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan adopsi darurat Natalie kala itu hanya 24 jam.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved