Amor Ring Acintya, Sempat Stabil, Bayi Kembar Parasit Asal Buleleng Meninggal Dunia
Amor Ring Acintya, Sempat Stabil, Bayi Kembar Parasit Asal Buleleng Meninggal Dunia
Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bayi kembar parasit yang memiliki empat tangan dan empat kaki asal Buleleng meninggal dunia pada Minggu (29/9/2019) pukul 16:50 Wita.
Kepala Instalasi Rawat Inap RSUP Sanglah, dr Wayan Dharma Artana, SpA mengatakan bayi sempat stabil sebelum akhirnya kondisinya terus menurun dan meninggal.
"Bayi sempat stabil ketika pertama dioperasi namun kondisi menurun bahkan ketika dirawat di ruang NICU bayi sempat menggunakan ventilator, artinya ia menggunakan alat bantu nafas. Pasien dinyatakan meninggal jam 16:50 kemarin," tuturnya.
Bayi malang pasangan Made Mujana (43) dan Made Gorsi (38) ini alami permasalahan emergency seperti dehidrasi, hipotermi, dan infeksi.
"Permasalahan emergency kita adalah usus omfalokel yang pecah, kalau omfalokel yang pecah itu akan menyebabkan risiko penguapan yang terjadi sehingga dia menjadi dehidrasi. Kemudia risiko yang ke dua adalah terjadi hipotermi menjadi dingin dia, kemudian risiko ketiga adalah infeksi," jelasnya.
"Pasien tidak ada pelindung ususnya lagi karena selaputnya pecah sehingga mudah sekali terjadi infeksi. Nah infeksi pada bayi biasanya selalu lebih berat yang kita sebut dengan sepsis dan inilah yang terjadi pada kasus ini.
"Terbukti dari hasil lab kita memang menunjukkan terjadinya infeksi, jadi baru datang pasiennya kita ambil lab selain infeksi juga terjadi kegagalan dari sel-sel darah sehingga pasien alami sepsis," tambahnya.
Pengakuan Ayah
Made Mujana mengatakan, saat dirujuk ke RSUP Sanglah, bayinya diagnosa alami pembengkakan pada usus.
"Tadi pagi kurang lebih jam 6 sudah dioperasi. Menurut keterangan dokter, ada pembengkakan pada bagian ususnya. Bagian ususnya itu dibalut," jelas Made Darmika, ipar dari ibu sang bayi.
Dijelaskannya, setibanya di RSUP Sanglah baru diketahui bahwa terdapat kelainan pada bagian usus.
Menurut penuturan Made Darmika, Made Gorsi baru mengatakan berbadan dua ketika kandungan memasuki usia 7,5 bulan.
"Waktu di USG tidak kelihatan ada kelainan. Tidak kelihatan ada empat tangan. Cuma keterangan bayinya sehat. Setelah lahir baru tahu ada kelainan," tambahnya.
Sementara, sang ayah, Made Mujana mengaku tidak berani melihat kondisi anak ketiganya tersebut.
Bahkan, istri dan kedua anaknya juga hanya bisa menangis melihat kondisi anak ketiganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bayi-bayi-kembar-parasit-menjalani-perawatan-intensif-di-ruang-nicu-rsup-sanglah.jpg)