Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Amor Ring Acintya, Sempat Stabil, Bayi Kembar Parasit Asal Buleleng Meninggal Dunia

Amor Ring Acintya, Sempat Stabil, Bayi Kembar Parasit Asal Buleleng Meninggal Dunia

Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Aloisius H Manggol
RSUP Sanglah
BAYI -  Bayi kembar parasit menjalani perawatan intensif di ruang NICU RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu (25/9/2019). 

"Anak-anak dan istri saya cuma bisa nangis. Saya tidak berani melihat. Setiap melihat sakit hati saya," ungkapnya.

Pria yang sehari-harinya bekerja buruh serabutan ini menceritakan, saat mengandung sang istri tidak pernah mengeluhkan apapun.

"Kondisi saat mengandung dulu normal dan tidak pernah ada keluhan. Tidak pernah sakit apapun juga dan hanya konsumsi vitamin seperti biasanya," ceritanya dengan kepala yang terus menunduk.

Selain itu, dalam keseharian, Made Gorsi juga hanya sebagai ibu rumah tangga dan buruh serabutan.

"Mungkin karena istri saya juga sibuk di ladang makanya baru mengetahui kalau hamil pas 7 bulanan. Saya hanya ingin anak saya bisa sembuh dan normal," ucapnya.

Made Mujana dan istrinya, Made Gorsi dalam kesehariannya adalah buruh serabutan.

Mereka biasanya bekerja ngorek cengkeh di Banyuatis, Buleleng mulai pukul 08.00 - 16.00 Wita dengan bayaran sang istri Rp 50 ribu/hari dan bayarannya Rp 100/hari.

Jika sedang tidak musim cengkeh, Made Mujana menjadi buruh kuli bangunan.

Diberitakan sebelumnya, tim dokter RSUP Sanglah Denpasar telah melakukan operasi terhadap bayi perempuan bertangan dan berkaki empat asal Buleleng, Rabu (25/9/2019) pagi.

Bayi tersebut kini menjalani perawatan intensif di ruang NICU RSUP Sanglah. Dia berada di dalam inkubator.

Kepala Instalasi Rawat Inap RSUP Sanglah, dr Wayan Dharma Artana, SpA mengatakan saat tiba di RSUP Sanglah, Selasa (24/9/2019), kondisi organ perut bayi pecah dan ususnya membengkak.

Dokter melakukan stabilisasi untuk memperbaiki kondisi bayi secara umum.

"Setelah diperiksa lebih lanjut, organ bayi ada yang menempel dan ada organ di bagian perut yang keluar. Jadi kondisi bayi saat ini dalam fase stabilisasi," ujarnya.

Kondisi organ perut pecah, lanjut Dokter Artana, menyebabkan bayi tidak stabil, mudah terkena infeksi dan mengalami hiportermia.

Kepala Sub Bagian Bedah Anak, dr I Made Darmajaya, SpB SpBA (K) MARS menjelaskan, bayi perempuan asal Buleleng itu bukan kembar siam, melainkan kembar parasit.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved