Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

8 Srikandi Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar Unjuk Kebolehan Modeling di Panggung Plaza Renon

8 srikandi Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar unjuk kebolehan modeling di panggung atrium Plaza Renon, Denpasar, Bali

Tayang:
Penulis: Karsiani Putri | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Area atrium Plaza Renon, Denpasar, Bali, Rabu (2/10/2019) sore, diramaikan puluhan pengunjung yang berdesakan menyaksikan petugas lapas fashion show. 8 Srikandi Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar Unjuk Kebolehan Modeling di Panggung Plaza Renon 

8 Srikandi Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar Unjuk Kebolehan Modeling di Panggung Plaza Renon

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Area atrium Plaza Renon, Denpasar, Bali, Rabu (2/10/2019) sore, diramaikan puluhan pengunjung yang berdesakan melihat ke area panggung.

Para pengunjung menyaksikan penampilan dari 8 srikandi Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar yang saat itu tengah unjuk kebolehan modeling di panggung.

Penampilan 8 srikandi tersebut merupakan bagian dari acara Bali Craft 2019 by ASEPHI Bali Nangun Kriga Kerthi.

Ditemui dalam kesempatan tersebut, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar, Lili menuturkan, pihaknya ingin menunjukkan suatu hal baru kepada masyarakat.

"Agar masyarakat memiliki wawasan baru tentang lapas. Tadi masyarakat termasuk Wakil Gubernur Bali bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi pada srikandi-srikandi petugas Lapas perempuan yang luar biasa dan keren," sebutnya ketika ditemui usai acara berakhir.

8 srikandi tersebut terdiri dari dirinya selaku Kepala Lapas beserta tujuh petugas Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar.

Lili menuturkan, meskipun hanya memiliki waktu berlatih selama dua hari, semua petugas sangat antusias dan berusaha memberikan yang terbaik kepada masyarakat luar.

Tanpa mendatangkan pelatih model profesional, mereka membuktikan bisa tampil elegan dan tetap tangguh meskipun sedang berada di atas panggung.

"Melalui acara ini saya berharap agar masyarakat dapat memiliki wawasan baru tentang petugas lapas bahwa tugas kami adalah sebagai pembina narapidana dengan tujuan ketika mereka bebas mereka dapat diterima kembali dalam masyarakat," ujarnya.

Program-program pelatihan pun rutin diberikan kepada warga binaan dan tak heran, banyak hasil karya kerajinan tangan yang tercipta oleh warga binaan.

Mulai dari rajutan, kuliner, lukisan, bahkan warga binaan pun membentuk sebuah band dan ada juga warga binaan yang gemar menari.

Lili menuturkan, melalui kegiatan Bali Craft 2019 by ASEPHI Bali Nangun Kriga Kerthi ini, nantinya hasil karya warga binaan bisa semakin dilirik oleh pemerintah, pengusaha serta masyarakat umum.

"Silakan bagi yang penasaran untuk melihat-lihat hasil karya warga binaan, bisa datang ke lapas selama jam kunjungan di Lapas," sebut Lili.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved