Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Tahun 2026 Ini Denpasar Hanya Ajukan Formasi CPNS untuk Guru

Tahun 2026 ini, Pemkot Denpasar telah mengajukan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Tayang:
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/Putu Supartika
BERI KETERANGAN - Kepala BKPSDM Denpasar, I Wayan Sudiana. Ia memberikan keterangan terkait work from home (WFH) ASN di Denpasar, Kamis 9 April 2026. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Tahun 2026 ini, Pemkot Denpasar telah mengajukan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Namun yang diajukan hanyalah formasi untuk guru

Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), I Wayan Sudiana mengatakan saat ini menunggu informasi lebih lanjut termasuk terkait persyaratan.

"Formasi sudah kita ajukan. Hanya guru saja tahun ini," katanya, Kamis, 30 April 2026.

Baca juga: 246 Siswa Manggis Bali Belajar Jadi Pemilih Kritis, KPU Soroti Bahaya Hoaks dan Politik Uang

Ia menambahkan, formasi yang diajukan tersebut berdasarkan kekosongan tenaga pendidik di Denpasar tahun ini yang tercatat sebanyak 326 orang. 

Jumlah tersebut tersebar di berbagai mata pelajaran dan jenjang satuan pendidikan. 

Dari total kebutuhan tersebut, formasi terbanyak berasal dari Guru Bahasa Bali sebanyak 91 orang, disusul Guru Agama Hindu 89 orang, dan Guru Kelas SD sebanyak 41 orang.

Baca juga: Ini PR Menteri LH Baru di Bali, Mulai Dari Operasional TPA Suwung Hingga Kemacetan

Selain itu, kebutuhan juga mencakup Guru Penjasorkes 27 orang, Guru Agama Islam 15 orang, serta Guru Matematika 11 orang.


Sementara itu, sejumlah mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia membutuhkan 10 orang, Bahasa Inggris 6 orang, Bimbingan Konseling 6 orang, serta TIK 8 orang. 


Adapun kebutuhan guru untuk IPA sebanyak 2 orang, IPS 7 orang, PPKn 7 orang, serta Guru Kelas TK 2 orang. 


Untuk Guru Agama Katolik dan Kristen masing-masing 1 dan 3 orang, sedangkan Guru Agama Buddha nihil kebutuhan.


Kepala Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama mengatakan, tingginya kebutuhan guru di Denpasar ini juga dipengaruhi oleh banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun. 


Namun kekosongan tersebut tidak bisa langsung diisi karena proses rekrutmen harus melalui mekanisme dari pemerintah pusat. 


"Setiap ada guru pensiun, formasinya tidak bisa otomatis terisi. Kami harus mengusulkan dan menunggu persetujuan pusat," jelasnya.


Hingga kini pihaknya masih menunggu kepastian terkait proses perekrutan. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved