Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Resuffle Kabinet

Ini PR Menteri LH Baru di Bali, Mulai Dari Operasional TPA Suwung Hingga Kemacetan

Kementerian juga hendaknya fokus pada kemacetan di Bali yang semakin hari semakin meningkat. 

Tayang:
Istimewa
Ilustrasi sampah - Ini PR Menteri LH Baru di Bali, Mulai Dari Operasional TPA Suwung Hingga Kemacetan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Aktivis pergerakan sekaligus tokoh buruh Mohammad Jumhur Hidayat resmi diangkat sebagai Menteri Lingkungan Hidup RI (LH). 

Jumhur dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta pada Senin 27 April 2026. 

Dalam reshuffle kabinet kali ini, Jumhur mengisi pos menteri yang sebelumnya ditempati oleh Hanif Faisol Nurofiq. 

Lantas apa saja PR yang harus dikerjakan oleh Jumhur, khususnya untuk permasalahan lingkungan di Bali? Akademisi sekaligus Kepala Program Studi Teknik Lingkungan Undiknas, Dr. Ir. I Gusti Agung Ananda Putra, ST,. MT. memberikan tanggapannya. 

Baca juga: Koster Sebut Penutupan TPA Suwung Tetap Jalan, Rai Mantra Ingatkan Menteri LH Soal Sampah di Bali

Pria berusia 31 tahun ini memberikan sudut pandang dari sisi akademisi khususnya Dosen Teknik Lingkungan. Menurutnya, PR dari kementerian itu adalah terkait darurat sampah di Bali

"Karena kita tahu TPA Suwung akan segera ditutup, mungkin di Agustus 2026, karena over capacity. Oleh karena itu, masih banyak sampah yang belum dikelola dengan baik," jelasnya, Rabu 29 April 2026. 

Kemudian, alih fungsi lahan juga masalah utama di Bali saat ini. Karena banyaknya turis yang ke Bali, tentunya akan membuat pembangunan akomodasi meningkat, seperti villa dan restoran. 

Solusinya adalah melakukan moratorium pembangunan di zona kritis.

"Kemudian perlu juga penertiban vila ilegal dan pembangunan liar. Lalu, melakukan sinkronisasi dengan Dinas Lingkungan Hidup atau pun Menteri PUPR terkait dengan tata ruang," bebernya. 

Selain itu, Kementerian juga hendaknya fokus pada kemacetan di Bali yang semakin hari semakin meningkat. 

Solusi yang ia berikan dari sisi akademisi adalah mengintegrasikan transportasi dari wilayah satu ke wilayah lain agar masyarakat mau menggunakan transportasi umum. 

Kemudian, dapat juga mempercepat studi kelayakan apakah LRT bisa diterapkan di Bali

"Mungkin itu dari saya terkait PR yang harus diselesaikan oleh Menteri LHK selanjutnya," papar dosen yang telah mengajar di Undiknas selama 5 tahun tersebut. 

Menurutnya, kemacetan mungkin tidak terlalu banyak hubungannya dengan Kementerian Lingkungan Hidup namun lebih ke Kementerian PUPR. 

Tetapi di Bali khususnya, tiga hal ini yang harus segera diperbaiki, yaitu permasalahan sampah itu yang paling utama, alih fungsi lahan, dan kemacetan. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved