Breaking News:

Sempat Berjaya, Perajin Patung Kayu di Singakerta Gulung Tikar Karena Gaya Hidup Konsumtif

Banyak pengusaha patung kayu di Singakerta Ubud yang gulung tikar, diduga karena gaya hidup dan tak kuat melawan tekanan konsumen.

Tribun Bali/Eri Gunarta
Dewa Nyoman Wartawa di antara sejumlah kerajinan yang dijual di Merta Sari Art Shop, Rabu (2/10/2019). 

Ketika penjualan kerajinan tangan di kawasan Desa Singakerta melejit, para pengusaha menerapkan gaya hidup berlebihan.

Seperti selalu makan di luar rumah, membeli kendaraan, serta membeli alat elektronik yang semuanya bersumber dari cicilan. 

“Saat masih jaya, pengusaha tidak pernah memasak, selalu makan di luar. Anak masih kecil belum boleh berkendara, dibelikan motor atau mobil, semuanya modal nyicil,” ujarnya.

Dampak dari gaya hidup konsumtif tersebut akhirnya merembet pada usaha sebab bagaimanapun, kata dia, cicilan harus dibayar.

Sementara sumber pemasukan hanya dari bisnis kerajinan. Ketika ada turis berbelanja serta ketatnya persaingan, merekapun akhirnya mengobral harga.

“Obral harga tidak terkontrol waktu itu, dan akhirnya pengusaha yang tidak kuat memilih gulung tikar,” ujarnya.

Wartawa berharap, kondisi yang terjadi di kawasannya ini dapat dijadikan pelajaran oleh pebisnis-pebisnis saat ini.

“Pebisnis harus memiliki mental kuat. Contoh negara seperti Jepang.  Di negara mereka penduduknya jarang bawa motor, lalu kenapa dia jadi produsen motor? Karena ada permintaan. Mental mereka sangat kuat, setiap ada motor keluaran baru, mereka tak pernah menurunkan harga, harga tetap naik tapi tetap laku. Jangan karena ada tekanan sedikit, langsung ngobral harga,” himbaunya.

Wartawa mengatakan barang dagangannya bahkan di-supply dari Kabupaten Karangsem. Hal tersebut akibat punahnya generasi perajin di banjarnya.

Menurutnya, kondisi itu tak terlepas dari obral harga yang dilakukan pengusaha tahun 2000an. Perekonomian para perajin dikorbankan.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved