Menurut Peneliti, Inilah Alasan Orang Menggunakan Ganja
Peneliti di Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience Jakarta, dr Hari Nugroho, MSc, menjelaskan alasan banyak orang mengonsumsi ganja.
TRIBUN-BALI.COM - Ganja adalah salah satu jenis narkoba yang paling sering dikonsumsi masyarakat dunia, termasuk Indonesia.
Pertanyaannya adalah: mengapa? Peneliti di Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience Jakarta, dr Hari Nugroho, MSc, menjelaskan alasan banyak orang mengonsumsi ganja.
"Alasan orang pakai ganja itu umumnya karena murah, juga ada rasa to feel good dan to feel better," kata dr Hari dikutip dari Kompas.com, Jumat (4/10/2019).
Diakui dr Hari bahwa di antara jenis obat-obatan terlarang, jenis ganja menjadi yang terendah harga belinya.
Maksud dari to feel good yang dikatakan oleh dr Hari yaitu kondisi di mana seseorang terdorong untuk memakai atau mengkonsumsi ganja karena beberapa faktor.
Misalnya, ingin bersenang-senang atau penasaran.
• Pendaftaran Hingga November 2019, Pelatihan dan Magang di Jepang Gaji Kotor Rp 33 Juta/Bulan
• Penjelasan Arkeolog Soal Banyaknya Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di Lokasi Karhutla
Terutama saat berkumpul bersama teman-teman yang juga memakai ganja, ikut memakai ganja menjadi pilihan agar seseorang bisa diterima oleh lingkungan di mana dia berada.
"Terutama ini sangat rentan bagi remaja yang usia dan pola berpikirnya masih labil, juga suka ikut-ikutan teman saja," ujarnya.
Sementara, maksud dari makna to feel better yang disampaikan dr Hari yaitu suatu kondisi di mana seseorang terdorong untuk menghadapi persoalan fisik dan psikis pribadi.
Pada persoalan psikis, seseorang yang rentan terpacu ialah orang yang sering mengalami kecemasan atau kekhawatiran berlebih terhadap sesuatu.
Nah, mereka akan terdorong untuk mencari cara mengurasi rasa cemas dan khawatir yang mereka rasakan itu.
"Makanya orang (yang) pakai itu (ganja) cenderung lebih santai, ada yang tertawa atau ada distorsi ketika dia melihat sesuatu atau juga bisa jadi berhalusinasi karena ada kandungan halusinogen tadi," ucap dia.
• Disebut Generasi Paling Pintar, Berikut Cara Mengarahkan Potensi Generasi Z Menurut Psikolog
• Vietnam Kecewa karena Laga Melawan Indonesia Pindah ke Stadion Dipta Gianyar, Mengapa?
Pada persoalan fisik, seseorang yang mengonsumsi ganja mungkin punya kondisi kesehatan yang tidak baik atau sedang sakit.
Dia merasa lelah minum obat resep dokter, ataupun ramuan herbal sendiri. Orang-orang dengan kondisi begitu akan cenderung mencari alternatif pengobatan untuk penyakitnya agar bisa sembuh dengan segera.
"Makanya ada mereka yang sakit epilepsi, misal atau nyeri dan mual begitu, mereka memilih pakai ganja biar cepat hilang gejala itu," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ganja_20151205_150243.jpg)