Amor Ring Acintya, Sempat Dirawat, Korban Luka Bakar Gudang Perusahaan Perak di Kertalangu Meninggal
Ketut Yasa (30), korban luka bakar gudang perusahaan perak di Jalan Tegal Harum, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Bali, akhirnya meninggal.
Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketut Yasa (30), korban luka bakar gudang perusahaan perak di Jalan Tegal Harum, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Bali, akhirnya meninggal.
Ia menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di ruang luka bakar - ICU - ICCU RSUP Sanglah selama empat hari.
I Made Sandiago (53), pemilik perusahaan gudang perak mengatakan, karyawannya meninggal kemarin malam, Minggu (6/10/2019).
"Untuk jamnya saya kurang tau, langsung dibawa pulang sama keluarganya," ujarnya.
Sandiago mengatakan karyawannya itu menderita luka bakar 55 persen.
• Boyband Korea BTS Jadi Brand Ambassador Tokopedia? Coba Tebak Suara di Video Ini
• Gunakan Sistem Digital, Pengelolaan Keuangan Banyuwangi Kini Paperless
Perihal kejadian, ia mengaku tidak mengetahui kronologi karena tidak sedang berada di lokasi.
"Lokasi memang rumah saya, tapi saya tidak tahu dan tidak ingin tahu dulu," katanya.
Ia tampak masih syok dengan musibah yang menimpa dirinya, karena tidak hanya karyawannya yang menjadi korban, tetapi istri dan anak kandungnya juga turut menjadi korban.
Istrinya mengalami luka bakar di dua tangan dan dua kakinya, dan saat ini sudah dirawat di rumahnya.
Sedangkan putri keduanya mengalami luka bakar 95 persen dan dirawat di lantai dua ruang luka bakar - ICU - ICCU RSUP Sanglah.
Saat ini Sandiago masih berada di ruang luka bakar menunggu anaknya.
• Kisah Penyelamatan Pembajakan Pesawat Woyla, Mengantar Kopassus Jadi Pasukan Elite Terbaik Dunia
• Dikira Ular Ternyata Belut Raksasa Langka Berusia 30 Tahun, Wang Menjualnya Seharga Rp 45 Juta
Diberitakan sebelumnya, terjadi kebakaran gudang perusahaan perak yang berada di Jalan Tegal Harum, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Bali, Kamis (3/10/2019).
Kepala BPBD Kota Denpasar, Drs. Ida Bagus Joni Ariwibawa, M.Si mengatakan bahwa kebakaran perusahaan perak milik I Made Sandiago (53) ini terjadi pada pukul 10.00 Wita.
Penyebab kebakaran karena tabung gas yang bocor.
Kejadian nahas ini menelan dua korban, yakni satu karyawan, Ketut Yasa (30), dan anak pemilik usaha, Ni Made Gea Giradi (18).
Kedua korban langsung dilarikan ke IGD RSUP Sanglah untuk mendapat perawatan medis. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/korban-ledakan-tabung-gas-denpasar.jpg)