Simpang Ring Banjar

Janger Banjar Pegok Jadi WBTB, Ditarikan Saat Piodalan di Pura Kesuma Sari

Salah satu seni tradisi Banjar Pegok Denpasar yakni Tari Janger telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Janger Banjar Pegok Jadi WBTB, Ditarikan Saat Piodalan di Pura Kesuma Sari
Dok Banjar Pegok
Janger Banjar Pegok Jadi WBTB, Ditarikan Saat Piodalan di Pura Kesuma Sari 

Menurut dia, Tari Janger merupakan tradisi sakral yang harus dilakukan saat piodalan.

Pernah suatu ketika, kisah dia, para leluhur banjar didera wabah yang mengakibatkan kematian beruntun.

''Semacam ada wabah, kalau bahasanya sekarang Kejadian Luar Biasa (KLB). Warga banjar didera kematian bertubi-tubi, setiap jam setiap hari. Maka dari itu, tradisi ini selalu ditampilkan tiap tahun,'' katanya.

Dalam buku Kaja dan Kelod, kata Janger diartikan sebagai keranjingan cinta.

Cikal bakal pertunjukan Janger berasal dari tari Sanghyang.

Janger berasal dari choir perempuan, sedangkan penari kecak berasal dari choir laki-laki.

Dalam penampilannya, penari tidak hanya menari tetapi juga menyanyi.

Lagu atau gending yang dinyanyikan adalah lagu-lagu berbahasa Bali yang menggambarkan suka cita, kehidupan sehari-hari dan keromantisan sepasang anak muda.

Tarian ini diperkirakan mulai berkembang sekitar tahun 1936.

Berawal dari tari hiburan sebagai kegiatan mengisi waktu luang muda-mudi setempat, kemudian berubah sebagai tari ritual dikarenakan adanya pawisik yang diterima oleh salah satu warga Banjar Pegok

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved